Sabtu, 10 Januari 2026

Stok Beras Bulog Aman Sampai Tahun Baru

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Bulog Batam, Guido XL Pereira. f. yashinta

batampos– Perum Bulog Batam memastikan stok beras di wilayah Batam dan Karimun dalam kondisi aman hingga awal tahun 2026. Kepala Bulog Batam, Guido XL Pereira, menegaskan tidak ditemukan beras rusak atau busuk di gudang penyimpanan.

“Sejauh ini tidak ada beras yang busuk. Hanya saja ada kemungkinan turun mutu karena faktor penyimpanan. Tapi kami rutin melakukan perawatan harian, mingguan, hingga bulanan untuk menjaga kualitas,” ujar Guido, Selasa (21/10).

Ia menuturkan, penurunan mutu yang dimaksud biasanya berupa beras yang mulai beraroma apek. Namun kondisi tersebut dapat diatasi dengan perawatan dan pengecekan visual secara berkala.

“Kalau ada tanda-tanda menurun mutu, kami langsung lakukan fumigasi atau perawatan agar tidak rusak,” katanya.

Dijelaskannya, Bulog merupakan operator cadangan pangan pemerintah. Dengan begitu, pengelolaan stok dilakukan ketat dan berjenjang sesuai prosedur.

“Kami ini operator pemerintah, jadi tidak bisa sembarangan. Stok beras yang kami simpan paling lama di Kepri di tahun 2024, jadi belum terlalu lama, itu sudah ada sebelum saya masuk (sebagai Kepala Bulog Batam),” ujarnya.

BACA JUGA: Beras hingga Gula Diburu Warga di Gerakan Pangan Murah Bulog Batam

Hingga pertengahan Oktober 2025, stok beras di gudang Bulog Batam tercatat mencapai 3.700 ton, sedangkan di gudang Bulog Karimun mencapai 289 ton. Dengan jumlah itu, ketahanan stok di Batam diperkirakan cukup untuk empat hingga lima bulan ke depan, sementara di Karimun dua hingga tiga bulan.

“Artinya untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru, stok beras kita aman. Masyarakat tidak perlu panik,” tegas Guido.

Ia juga mengungkapkan, hingga 20 Oktober 2025, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Batam dan Karimun mencapai 1.000 ton lebih dari total target 5.000 ton tahun ini atau sekitar 17 persen. “Kami yakin target itu bisa terlampaui karena ada kerja sama dengan TNI, Polri, dan dinas terkait yang aktif dalam gerakan pangan murah,” katanya.

Selain SPHP, Bulog Batam juga menyalurkan bantuan pangan tahap II alokasi Oktober–November 2025 dengan total 864.380 kilogram beras. Dari jumlah itu, Kota Batam menerima 662.660 kilogram dan Kabupaten Karimun 201.720 kilogram.

“Untuk tahap ini, pemerintah juga menambahkan bantuan minyak goreng sebanyak 172.876 liter, terdiri dari 132.532 liter untuk Batam dan 40.344 liter untuk Karimun,” jelas Guido.

Dengan begitu, setiap penerima bantuan pangan (PBP) mendapatkan beras medium sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng empat liter.

Selain penyaluran bantuan, Bulog juga memantau harga pasar di sejumlah ritel modern dan grosir. Guido menyebut harga beras di Indogrosir masih stabil di kisaran Rp11.300 per kilogram, dengan harga tertinggi di pasaran mencapai Rp13.000–Rp13.500 per kilogram.

“Di Karimun saat ini malah lebih aman, stok melimpah, harga stabil. Bahkan akhir Oktober nanti akan ada tambahan 500 ton beras dari Batam yang dikirim ke Karimun,” ujarnya.

Guido menambahkan, sinergi Bulog dengan Satgas Pangan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Dinas Perdagangan terus berjalan baik. Tim rutin memantau gudang hingga pasar untuk memastikan tidak ada pelanggaran atau pergantian kemasan ilegal.

“Beras Bulog tidak boleh dikemas ulang sembarangan. Kalau ada yang mengganti kemasan tanpa izin, itu bisa kena sanksi hukum sesuai aturan Satgas Pangan,” tegasnya.

Dengan stok yang melimpah, distribusi lancar, dan pengawasan ketat, Guido memastikan masyarakat Kepri, khususnya di Batam dan Karimun, dapat menyambut akhir tahun tanpa kekhawatiran kekurangan beras.

“Kami pastikan berasnya cukup, kualitasnya baik, dan distribusinya lancar,” tutup Guido. (*)

Reporter: Yashinta

Update