Senin, 30 Maret 2026

Sudah 95 Kontainer Berisi Limbah B3 yang Direekspor

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Bea Cukai Batam kawal reekspor kontainer limbah di pelabuhan Batuampar. f. Istimewa

batampos – Penanganan ratusan kontainer yang diduga bermuatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Pelabuhan Batuampar terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Senin (30/3), sebanyak 95 kontainer telah berhasil direekspor ke negara asalnya.

Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan realisasi hingga 14 Maret 2026. “Dari total 914 kontainer yang masuk atau tertahan dan diduga berisi limbah B3 di Pelabuhan Batuampar, sebanyak 95 kontainer telah direekspor ke negara asal,” ujarnya.

Setiawan menjelaskan, total kontainer yang tertahan masih berjumlah 914 unit, yang berasal dari beberapa perusahaan dan saat ini masih dalam proses penanganan bersama lintas instansi. Proses tersebut mencakup pemeriksaan, verifikasi dokumen, hingga pengambilan keputusan terkait status barang.

Menurutnya, re-ekspor dilakukan setelah adanya rekomendasi hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa kontainer tersebut benar mengandung limbah B3. Proses ini dilakukan secara hati-hati dan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keputusan yang diambil sesuai ketentuan.

Seperti diketahui, pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) lintas instansi guna mempercepat penanganan kontainer tersebut. Satgas ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, serta unsur Forkopimda.

Setiawan menegaskan, keberadaan satgas sangat membantu dalam mempercepat proses pemeriksaan dan koordinasi antarinstansi. Dengan demikian, penentuan status kontainer dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Meski progres re-ekspor terus berjalan, masih terdapat ratusan kontainer lainnya yang belum direalisasikan pengeluarannya. Oleh karena itu, Bea Cukai Batam terus mendorong perusahaan pemilik kontainer untuk segera mengajukan permohonan re-ekspor.

Langkah percepatan ini dinilai penting untuk mengurangi penumpukan di kawasan Pelabuhan Batuampar yang sebelumnya sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya kontainer tertahan selama beberapa bulan terakhir.

Selain berdampak pada kelancaran arus logistik, persoalan ini juga berimplikasi pada sektor industri di Batam. Sejumlah perusahaan dilaporkan mengalami gangguan produksi akibat tertahannya kontainer bahan baku.

Dengan capaian 95 kontainer yang telah direekspor, Bea Cukai Batam optimistis penanganan seluruh kontainer dapat diselesaikan secara bertahap. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kepatuhan terhadap regulasi, melindungi lingkungan, serta memulihkan aktivitas ekonomi di kawasan Batam.(*)

UPDATE