
batampos – Pemerintah Singapura mulai menyederhanakan syarat masuk ke negaranya mulai 1 April 2022 mendatang.
Hal itu berdampak pada permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.
”Untuk paspor meningkat. Kuota permohonan penuh terus, rata-rata 120 pemohon per hari padahal dulu hanya 40 sampai 50 permohonan saja,” ujar Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Tessa Harumdilla.
Ia melanjutkan, saat ini untuk layanan paspor masih dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dan Unit Layanan Paspor (ULP) Harbor Bay.
Sementara, untuk layanan paspor di ULP Mall Botania 2, Batam Center, masih belum dibuka karena adanya gangguan sistem dan jaringan.
Imigrasi Batam, kata Tessa, tengah memaksimalkan jaringan agar layanan paspor di Mall Botania 2 bisa lebih maksimal ke depannya.
”Layanan di Mall Botania 2 saat ini masih off. Untuk itu kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
Sementara, gangguan sistem yang terjadi beberapa hari yang lalu juga sudah selesai. Dimana, gangguan sistem itu menyebabkan proses penyelesaian paspor mengalami keterlambatan.
”Itu sudah selesai dan tidak ada masalah lagi. Untuk pemohon yang butuh informasi mengenai layanan paspor, bisa menghubungi kami di nomor WhatsApp 0813-6470-0070,” katanya.
Ia menambahkan, untuk kuota pemohon paspor ini akan terus penuh ke depannya seiring dengan kemudahan perjalanan yang diberikan oleh negara tetangga.
”Mungkin lonjakannya akan kembali meningkat ketika Malaysia benar-benar buka,” imbuhnya.
Seperti diketahui, bagi pelancong yang masuk ke Singapura, tidak lagi harus melalui skema vaccinated travel lane (VTL).
Melainkan, hanya membawa bukti negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR atau Antigen dari negara asal dan sudah dua kali vaksin.
Juga, sudah tak ada lagi pembatasan kuota. Vaksinasi dosis lengkap, juga menjadi syarat utama.
Namun, ada pengecualian bagi anak-anak usia di bawah 12 tahun atau memiliki alasan medis sehingga tidak dapat divaksin.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah



