batampos – Sejumlah warga di wilayah terdampak pipa bocor jalur Baloi-Bengkong-Batuampar, masih mengeluhkan air yang tak mengalir, Kamis (7/12). Kondisi itu sudah dirasakan satu pekan, tepatnya sejak pipa milik Air Batam Hilir di Simpang Baloi bocor terkena ekskavator, Kamis (30/11) lalu.
Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, banyak warga yang mengeluarkan uang untuk ekstra membeli air galon. Atau, terpaksa meminta ke tempat teman dan saudara yang tak terdampak air ngadat.
Seperti yang dialami Ati, warga Tanjungsengkuang, Batuampar, yang mengeluhkan air di rumahnya masih belum mengalir hingga Kamis sore. Padahal, informasi yang ia terima, perbaikan pipa telah selesai sejak Senin (4/12) malam sekitar pukul 23.30 WIB lalu.
”Perbaikan sudah selesai sejak Senin, tapi sampai Kamis ini kami belum dapat sama sekali aliran air. Sudah satu minggu ini, dari Kamis ke Kamis,” kata Ati kesal.
Menurut dia, hampir setiap hari sejak air mati ia harus mengangkat puluhan galon untuk kebutuhan rumah tangganya. Air itu ia dapat dari rumah saudara yang tidak terdampak.
”Ambil air bolak-balik setiap hari, angkat lagi sampai dapur. Luar biasa perjuangan, karena kondisi pinggang suami lagi sakit, jadi mau tak mau saya yang angkat galon tiap hari,” ungkap ibu rumah tangga itu.
Yang membuat ia merasa sedih, karena kawasan tempat tinggalnya kerap terdampak pipa bocor. Dalam dua bulan terakhir, sudah tiga kali distribusi air bersih ke rumahnya terganggu.
”Sekali rusak itu lama, pernah 9 hari tanpa aliran air bersih. Jadi sehari-hari itu numpang mandi tempat keluarga,” kata Ati.
Hal senada diungkapkan Kusman, warga lainnya. Dimana, air di rumahnya sampai Kamis siang juga belum mengalir.
”Katanya perbaikan sudah selesai, tapi kok air belum hidup juga. Sudah satu minggu ini,” kata Kusman.
Keluarganya akhirnya menampung air hujan untuk membantu memenuhi kebutuhan, setidaknya untuk mencuci baju.
Sementara itu, Corporate Communication (Corcom) SPAM Batam, Ginda Alamsyah, me-ngatakan, proses perbaikan sudah selesai sejak beberapa hari lalu. Hanya saja, proses normalisasi masih terus berlangsung.
”Secara menyeluruh belum mendapat pengaliran normal, akibat perbaikan kebocoran tempo hari lalu, termasuk wilayah Tanjungsengkuang,” ungkap Ginda. (*)



