
batampos – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax kembali menjadi keluhan warga Batam. Sudah sepekan terakhir, sejumlah SPBU di kota ini tidak lagi menyediakan Pertamax. Kondisi tersebut membuat para pengendara mobil kesulitan mencari BBM non-subsidi yang seharusnya tersedia secara stabil.
Di SPBU Bida Ayu, Sei Beduk, Pertamax sudah kosong sejak sepekan. Hingga kini belum ada informasi pasti kapan suplai akan masuk kembali.
Pantauan Batam Pos, Senin (10/11) siang, SPBU Pertamina Muka Kuning di Jalan Letjen Suprapto mengalami hal serupa. Stok Pertamax nihil dan belum mendapatkan suplai ulang sejak satu minggu terakhir.
“Kita belum tahu masuknya kapan, coba hubungi Pertamina,” ujar salah satu karyawan SPBU.
Di SPBU Pandan Wangi, Jalan Ahmad Yani, Pertamax juga kosong. Hanya Pertalite yang tersedia. Kondisi ini menambah tekanan bagi para pengendara mobil yang tidak memiliki barcode dan tidak bisa mengisi Pertalite.
“Sudah satu minggu Pertamax kosong. Jadi kami harus muter-muter Batam nyari SPBU yang ada Pertamax. Kami yang tidak punya barcode itu paling kewalahan,” keluh Wati, seorang pengendara mobil yang ditemui Batam Pos.
BACA JUGA: Stok Pertamax Kosong di SPBU, Pertamina Sebut Rantai Pasok Berprogres Namun Belum Stabil
Ia berharap pemerintah pusat turun tangan mengatasi persoalan ini. “Tolonglah kami, Pak Menteri. Sudah seminggu Pertamax kosong,” ujarnya.
Kelangkaan Pertamax ini tidak hanya terjadi di satu-dua titik. SPBU Simpang KDA, SPBU Botania dekat RS Awal Bros, SPBU Bundaran Ocarina, hingga SPBU Pertamina Marcelia di Jalan Laksamana Bintan juga melaporkan kondisi serupa, stok Pertamax tidak tersedia.
Sementara itu, Kepala Cabang Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko yang dikonfirmasi Minggu (9/11), tak membantah hal itu. Menurutnya pasokan Pertamax di wilayah Batam memang belum sepenuhnya stabil. Namun, ia memastikan suplai bahan bakar terus membaik secara bertahap.
“Rantai pasok atau supply chain nasional memang berprogres, tapi belum sepenuhnya stabil. Ada riak-riak kecil di lapangan yang masih kami atasi,” ujar Bagus saat dikonfirmasi, Minggu (9/11).
Menurutnya, kondisi ini bersifat sementara dan akan kembali normal dalam waktu dekat. Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak distribusi nasional untuk memastikan suplai Pertamax ke wilayah Kepri tidak lagi terganggu.
“Situasi ini membaik secara bertahap, namun memang butuh waktu agar benar-benar stabil,” ujarnya. (*)
Reporter: M Syaban



