
batampos – Suhu panas melanda Kota Batam. Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memperkirakan, suhu panas ini akan berlangsung sepanjang Juli. Di awal September diperkirakan suhu Batam akan mendingin, sebab potensi hujan kembali meningkat.
“Akibat penguapan, panasnya awet sampai malam,” kata Kepala Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, Selasa (19/7).
Ia mengatakan penyebab suhu terasa panas adalah kelembapan udara lapisan atas di Kepulauan Riau yang relatif kering. Sehingga menyebabkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan menjadi kurang signifikan.
Akibat hal itu, sinar matahari langsung ke bumi, dan menyebabkan penguapan yang tinggi. Sehingga suhu terasa gerah hingga malam hari dan baru berkurang pada dini hari.
“Terlebih secara geografis letak Batam dikelilingi sekitar 94 persen lautan, sehingga penguapan dan suhu juga tinggi,” ujar Suratman.
Ia mengatakan kondisi suhu tercatat di BMKG Selasa (19/7) mencapai 32,9 derajat celcius. Suhu ini, kata Suratman, masih terbilang normal. Secara klimatologi kondisi ini biasa. Sebab dalam beberapa tahun ini, catatan BMKG Juli merupakan periode hujan yang minim. Lalu, potensi hujan baru meningkat di September, Oktober, November dan Desember.
“September hingga Desember baru memasuki periode puncak hujan untuk wilayah Kepri,” ungkap Suratman.
Terkait kondisi ini, Suratman mengimbau menjaga kondisi tubuh, sehingga tidak mengalami dehidrasi. Suratman juga meminta masyarakat mewaspadai potensi karhutla.
“Sebab dengan kondisi panas terik dan kelembaban rendah ini dapat menyebabkan kondisi lingkungan (pepohonan, sampah, dedaunan) menjadi mudah terbakar. Karena itu dihimbau agar masyarakat senantiasa menjaga lingkungan dari potensi kebakaran, seperti membakar sampah tanpa diawasi, membuka lahan dengan cara di bakar, dan lain-lain,” ujar Suratman. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



