Jumat, 30 Januari 2026

Syahidin Meninggal saat Bekerja, RS Awal Bros Pastikan Bukan Kecelakaan Kerja

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jajaran manajemen RS Awal Bross menyamoaikan keterangan pers terkait kematian pekerja di proyek pembangunan rumah sakit di Batuaji.
f. Eusebius / Batam Pos

batampos – Seorang pekerja konstruksi bernama Syahidin (38) meninggal dunia saat tengah bekerja di proyek pembangunan Rumah Sakit di kawasan Batuaji, Batam, pada Kamis, 22 Mei 2025. Peristiwa ini sempat viral di media sosial karena diduga sebagai kecelakaan kerja.

Pada pagi hari sebelum kejadian, Syahidin, yang berasal dari Subang, Jawa Barat, sempat sarapan dan minum kopi bersama rekan-rekannya. Sekitar pukul 08.00 WIB, seorang rekan melihat Syahidin dalam posisi duduk dengan kepala bersandar di dinding. Saat dihampiri, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Syahidin diketahui sedang bekerja di ketinggian sekitar satu meter dari bawah tanah ketika tiba-tiba jatuh. Ia kemudian dilarikan ke RS Graha Hermin, rumah sakit terdekat. Namun sayangnya, nyawanya tidak tertolong. Pemeriksaan di IGD menyatakan bahwa tidak ada respons nadi dan Syahidin telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

dr. Widya Putri, MARS, Direktur Rumah Sakit Awal Bros Group, dalam konferensi pers pada Sabtu (24/5) menjelaskan bahwa korban tidak mengalami luka berat. Hanya terdapat lecet ringan di bagian kaki. Dari keterangan lapangan dan laporan medis awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka serius. “Kemungkinan besar korban mengalami serangan jantung mendadak yang menyebabkan ia jatuh,” jelas Widya.

Korban merupakan pekerja dari vendor konstruksi yang mengerjakan proyek pembangunan Rumah Sakit. Setelah dinyatakan meninggal, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses pemulasaran. Manajemen RS Awal Bros bersama kontraktor proyek turut mendampingi pemulangan jenazah ke kampung halaman di Subang, Jawa Barat.

Widya menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan menyerahkan jenazah tanpa ada penolakan. Keluarga juga menyatakan tidak mempermasalahkan penyebab kematian.

Sebagai tindak lanjut, manajemen menyatakan komitmen untuk meningkatkan pengawasan dan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area proyek. “Kami akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Widya.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini telah dilaporkan ke Kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja setempat. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa tidak ada indikasi kekerasan maupun kecelakaan kerja berat, sehingga memperkuat dugaan bahwa serangan jantung mendadak menjadi penyebab utama kematian Syahidin. (*)

Update