
batampos – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Perumahan Taman Asri, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kamis (15/1) malam. Korban diketahui tinggal seorang diri dan telah beberapa hari tidak dapat dihubungi keluarganya.
Korban bernama Edison Marhalim Sitompul (49), seorang wiraswasta yang menempati rumah di Perumahan Taman Asri Blok B Nomor 7. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mulai membusuk.
Kapolsek Sekupang, Kompol Hipal Tua Sirait, menjelaskan, penemuan jasad berawal dari kecurigaan keluarga yang kehilangan kontak dengan korban selama dua hari terakhir.
Baca Juga: Ribuan Jemaah Padati Masjid Agung Raja Hamidah saat Isra Mikraj Kota Batam
“Anak korban mencoba menghubungi korban melalui WhatsApp sekitar pukul 07.00 WIB, namun pesan tidak terkirim. Karena korban tinggal sendiri dan terakhir bertemu pada Senin, saksi kemudian mendatangi rumah korban,” ujar Hipal, Jumat (16/1).
Sekitar pukul 08.01 WIB, saksi tiba di rumah korban dan mengetuk pintu, namun tidak mendapat respons. Saat itu saksi sempat mencium bau tidak sedap, tetapi mengira berasal dari sampah sehingga meninggalkan lokasi.
Kecurigaan kembali muncul pada malam hari. Sekira pukul 20.01 WIB, saksi kembali ke rumah korban dan mencium bau menyengat disertai banyak lalat di sekitar rumah. Saksi kemudian mendobrak pintu rumah.
“Korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi duduk di kursi di depan meja makan, dengan tubuh condong ke depan dan kepala serta badan bagian atas bersandar di atas meja,” jelas Hipal.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar. Ketua RT setempat selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Tiban Baru untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Libur Isra Mikraj, Trafik Penumpang Ferry Batam–Malaysia dan Singapura Naik
Keterangan dari tetangga menyebutkan, sebelum kejadian tidak tercium bau busuk dari rumah korban. Korban juga dikenal jarang berinteraksi dengan warga karena lebih sering beraktivitas di luar rumah.
Hasil pemeriksaan awal menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan ditemukan sejumlah obat-obatan di dalam rumah.
“Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” katanya.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi petugas dan dibawa ke RS Bhayangkara Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut. (*)



