Selasa, 14 April 2026

Tak Lupakan Lansia dan Dukung Kader Posyandu, Amsakar Berikan Bantuan Kepada Ratusan Orang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amsakar Achmad serahkan insentif ke lansia dan kader Posyandu di Golden Prawn, Senin (13/4/2026). F. M sya’ban/ Batam Pos

batampos – Ratusan kader Posyandu dan lansia dari seluruh penjuru Kota Batam berkumpul di Golden Prawn, Senin (13/4/2026). Bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi sebuah ruang silaturahmi yang hangat, tempat perhatian terhadap mereka yang telah menua kembali diingatkan.

‎Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir di tengah-tengah mereka, membawa satu pesan yang sederhana, namun dalam: lansia tidak boleh dilupakan.

‎Pertemuan itu menjadi semacam jeda di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota. Sebuah pengingat bahwa di balik gedung-gedung dan angka pertumbuhan, ada generasi yang kini menapaki usia senja, yang juga berhak atas hidup yang layak.

‎Amsakar menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia bukan sekadar wacana. Dari 15 program prioritas Pemerintah Kota Batam, sebagian diarahkan untuk memastikan kualitas hidup mereka tetap terjaga.

‎“Pemerintah ingin memastikan para lansia dapat menjalani masa tua dengan tenang, nyaman, bahagia, dan tetap bermartabat,” ujarnya Senin (13/4)

‎Bagi Amsakar, usia senja bukan alasan untuk merasa tersisih. Justru di fase itulah, kehadiran negara harus semakin terasa.

‎Ia menekankan, perhatian kepada lansia bukan hanya program sosial, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah kepada warganya, bahwa setiap orang, hingga di ujung usianya, tetap berhak hidup dengan rasa aman dan dihargai.

‎“Lansia tidak boleh merasa menjadi beban. Mereka tetap bagian penting dari kehidupan sosial kita,” katanya.

‎Di ruangan itu, para kader Posyandu duduk mendengarkan. Mereka adalah wajah-wajah yang selama ini bekerja dalam diam, menjangkau rumah ke rumah, memastikan kesehatan masyarakat, termasuk mereka yang renta.

‎Amsakar pun memberi penghormatan khusus kepada para kader dan Kelurahan Siaga. Menurutnya, mereka adalah garda terdepan yang menjaga denyut pelayanan hingga ke lapisan paling bawah.

‎“Kader adalah ujung tombak. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan program berjalan, termasuk dalam mendampingi para lansia,” ujarnya.

‎Di akhir pertemuan, ia mengajak semua yang hadir untuk kembali menguatkan satu hal yang sering terasa sederhana, namun kerap terlupa: kebersamaan.

‎Sebab, di situlah letak kekuatan sebuah kota, bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada cara ia memperlakukan orang-orang yang pernah lebih dulu berjalan di depannya.

‎“Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan para orang tua kita menjalani masa tua dengan lebih tenang, bahagia, dan penuh penghormatan,” tutur dia.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE