Senin, 16 Maret 2026

Tak Terima Ditegur Karena Geber Sepeda Motor Bapak Anak Bacok Tetangga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ilustrasi (pixabay.com)

batampos – Ayah dan anak di Seibeduk kompak serang dan bacok pemilik warung dan pengunjung usai ditegur karena menggeber sepeda motor. Korbannya adalah Besron Sinaga, pemilik kedai, dan Andar Malau pengunjung kedai kopi.

Kedua korban sempat sekarat dengan luka bacokan di sekujur tubuh namun, kini berangsur pulih setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Camanta Sahidiya, Mukakuning.

Ayah dan anak pelaku pembacokan ini adalah Niko dan Yuda yang tak lain adalah tetangga dekat Besron. Bersama Dewa dan Wawan, ayah dan anak tersebut menyerang dan melukai kedua korban, Sabtu (9/7) malam.

Dalam keterangan pers Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Seibeduk AKP Betti menuturkan, pengeroyokan dan pembacokan ini bermula dari geberan sepeda motor yang dikendarai oleh Yuda dan Wawan.

Yuda yang keluar dari rumahnya bersama Wawan menggeber sepeda motor persis di depan kedai kopi korban. Melihat itu, korban lantas menegur dan meminta kedua pelaku untuk tidak lagi menggeber sepeda motor mereka.

Kedua pelaku yang masih remaja ini dengan enteng menjawab kalau sepeda motor mereka mogok sehingga tak bisa digeser lagi. Keduanya terus menggeber gas sepada motor mereka. Melihat situasi yang tak baik itu, Besron lantas berinisiatif mendorong sepeda motor kedua pelaku ke luar dari lokasi kedainya.

“Korban niatnya mau nolong mereka dorong sepeda motor yang katanya tak mau jalan tadi. Saat korban dorong, kedua pelaku malah duduk nonton dan merasa tersinggung,” ujar Betti, Senin (18/7).

Selang tak berapa lama, kedua pelaku tadi datang lagi dengan dua pelaku lain yang tak lain adalah ayah dari pelaku Yuda dan anggota keluarga mereka yang lain yakni Dewa. Tanpa banyak tanya keempat pelaku langsung meyerang kedua korban yang sedang santai di kedai kopi tadi.

“Sempat terjadi kejar-kejaran, tapi empat pelaku ini bawa sajam seperti samurai, pedang dan parang, kedua korban akhirnya dibacok,” ujar Betti.

Luka yang dialami kedua korban cukup parah dan untungnya masih bisa diselamatkan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung membawa kedua korban ke rumah sakit. “Dari rumah sakit baru kami terima laporan resminya. Pelaku kemudian kami tangkap dalam kurun waktu 1×24 jam. Semuanya sudah aman dan kasus ini ditangani sepenuhnya oleh kepolisian,” ujar Betti.

Dijelaskan Betti, kasus penyerangan ini sempat menyeruak ke isu SARA, namun polisi bertindak cepat dengan memanggil tetua dari kedua belah pihak untuk sama-sama menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk proses hukum terhadap empat pelaku yang sudah diamankan tersebut.

“Alhamdulillah, bisa kita tangani dengan baik dan situasi aman terkendali,” ujar Betti. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

SALAM RAMADAN