
(f. Eusebius Sara / Batam Pos)
batampos – Kondisi taman di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang, Batu Aji, kini memprihatinkan. Area yang dulunya menjadi ruang hijau asri dan tempat bersantai warga, kini berubah menjadi lahan tandus dan tak terurus.
Pantauan di lokasi, taman yang dulu dipenuhi pepohonan rindang dan bunga-bunga tertata rapi, kini hanya menyisakan rumput liar dan tanaman yang tidak terawat. Jika hujan turun, area taman kerap tergenang air hingga berhari-hari.
Padahal, taman ini dulunya sempat menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain sejuk dan nyaman, taman juga dilengkapi dengan fasilitas internet gratis yang dimanfaatkan pelajar dan warga sekitar untuk belajar serta berselancar di dunia maya.
Namun kini, semua itu tinggal kenangan. Tidak ada lagi bangunan pendukung seperti tempat duduk, halte, atau titik akses internet. Aktivitas warga pun nyaris tidak terlihat, baik di siang maupun sore hari.
Sebaliknya, saat malam hari taman justru dijadikan tempat berkumpul oleh para gelandangan dan remaja. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat, bahkan menjadi atensi pihak kepolisian.
“Sudah lama taman ini seperti ini. Tak ada lagi pohon rindang, bangunan halte pun sudah tidak ada. Malah pintu masuk taman dipasang portal. Sudah bukan seperti taman lagi,” ujar Azral, warga sekitar, kepada wartawan.
Menurut Azral, taman hanya tampak bersih saat digunakan untuk acara resmi seperti peringatan Hari Kemerdekaan atau Hari Pahlawan. Di luar momen tersebut, taman kembali dibiarkan terbengkalai.
Kondisi ini semakin memperparah minimnya ruang terbuka hijau di kawasan Batu Aji. Banyak lahan kosong dan row jalan yang telah beralih fungsi menjadi ruko atau bangunan perumahan, sehingga masyarakat kehilangan tempat untuk beraktivitas di ruang terbuka.
“Sayang sekali taman ini dibiarkan. Harusnya bisa jadi tempat yang adem dan aman untuk bersantai bersama keluarga,” harap Indra, warga lainnya.
Warga berharap pemerintah setempat kembali menghidupkan fungsi taman, tidak hanya sebagai ruang hijau publik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang dimakamkan di TMP Bulan Gebang. (*)
Reporter: Eusebius Sara



