
batampos – Pemerintah memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025. Tahun ini, vaksin Human Papillomavirus (HPV) resmi masuk dalam daftar imunisasi rutin untuk anak perempuan, khususnya siswi kelas 5 dan 6 SD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SpOG, menyebut langkah tersebut sebagai investasi kesehatan jangka panjang untuk melindungi generasi perempuan dari ancaman kanker serviks.
“Kanker serviks masih menjadi penyebab kematian terbanyak kedua pada perempuan di Indonesia. Setiap tahun tercatat lebih dari 36.600 kasus baru dengan sekitar 21.000 kematian. Ironisnya, 70 persen baru terdiagnosis ketika sudah stadium lanjut,” ujarnya, Kamis (28/8).
HPV merupakan virus umum yang dapat menginfeksi siapa saja. Pada perempuan, infeksi ini bisa berkembang menjadi kanker serviks, yang kerap tidak menimbulkan gejala hingga memasuki tahap berbahaya.
Menurut Didi, usia terbaik untuk mendapatkan vaksin HPV adalah 9–13 tahun, ketika sistem kekebalan tubuh anak berada pada kondisi paling optimal. Vaksinasi sejak dini memberi perlindungan maksimal sebelum anak terpapar risiko di usia dewasa.
“Ini tameng kuat untuk masa depan mereka. Pencegahan jauh lebih baik dan lebih murah dibanding pengobatan kanker,” tambahnya.
Melalui BIAS 2025, vaksinasi HPV diberikan secara gratis kepada seluruh siswi kelas 5 dan 6 SD. Padahal, jika dilakukan secara mandiri, harga vaksin HPV bisa mencapai jutaan rupiah untuk rangkaian lengkap.
Program ini diharapkan dapat mencegah hingga 90 persen risiko kanker serviks sekaligus mengurangi beban biaya kesehatan masyarakat.
“Setiap orang tua tentu ingin anaknya tumbuh sehat tanpa menghadapi penyakit berat seperti kanker. Vaksinasi ini adalah bentuk kasih sayang dan perlindungan orang tua bagi masa depan anak-anaknya,” kata Didi.
Ia menegaskan, vaksinasi HPV melalui BIAS 2025 bukan sekadar program kesehatan rutin, tetapi juga gerakan nasional untuk menyelamatkan masa depan perempuan Indonesia.
“Melindungi anak perempuan hari ini berarti menjaga generasi esok agar tumbuh sehat, produktif, dan penuh harapan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



