Minggu, 15 Maret 2026

Tanah Merah dan Harbour Front Dibuka, Kunjungan Wisman ke Batam Naik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Salah seorang wisatawan Singapura melambaikan tangan sebelum menaiki bus yang akan mengantarkannya ke resort dan hotel di kawasan Nonga Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wisatawan mancanegara (wisman) yang datang dari Singapura semakin bertambah setiap. Sebelumnya hanya Pelabuhan Tanah Merah saja dibuka, kini juga sudah dibuka pelayaran dari Batam ke Harbour Front atau sebaliknya.

Ada duanya alternatif pelabuhan ini, semakin meningkatkan animo penumpang yang datang ke Batam. Hal ini diakui oleh Sales and Marketing Manager Batamfast, Derrick. “Sehari itu ada ribuan orang,” kata dia, Jumat (24/6).

Ia mengatakan Batamfast menjalani pelayaran ke Tanah Merah dan Harbour Front, Singapura. Sedangkan dari Batam, Batamfast melayani pelayaran dari Pelabuhan Internasional Batamcenter dan Nongsapura.

Derrick menjelaskan awal mula dibuka pintu wisata, Batamfast hanya melayani pelayaran dari Pelabuhan Nongsapura ke Tanah Merah, sebanyak beberapa kali pelayaran dalam satu minggunya. Tapi kini, Batamfast melayani dua kali pelayaran setiap harinya.

“Namun dari Nongsa Pura, kami hanya melayani dari Batam ke Tanah Merah saja. Untuk Harbourfront dari Pelabuhan Batamcenter,” ujarnya.

Dari Pelabuhan Batamcenter ke Singapura, Batamfast menjalani sebanyak 9 pelayaran seharinya. Dimana 4 pelayaran rute dari Pelabuhan Batamcenter, Batam menuju ke Tanah Merah, Singapura. Lalu, 5 pelayaran dari Batamcenter, Batam menuju ke Pelabuhan Harbourfront, Singapura.

“Seharinya itu ada ribuan orang yang kami seberangkan, baik dari Batam maupun Singapura,” tutur Derrick.

Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, jumlah penumpang saat ini masih terbilang sedikit. Animo wisman datang ke Batam, masih belum seramai sebelum pandemi.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu. Derrick mengatakan sebelum pandemi WN Korea, India, Jepang dan China tidak dikenakan VoA, saat datang dari Singapura dan masuk ke Batam. Namun, kini turis dari ke empat negara itu diminta harus membayar VoA.

“Harapannya, yah seperti dulu lagi. Sehingga, bisa meningkatkan animo wisman datang ke Batam,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

SALAM RAMADAN