
batampos – Fenomena air pasang besar di Pelantar Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Rabu (10/12), berubah menjadi tontonan sekaligus hiburan bagi warga. Pelantar yang biasanya sepi mendadak dipenuhi puluhan pelajar dan warga setempat yang memanfaatkan momen langka itu untuk mandi dan bermain air.
Pantauan di lapangan, air laut naik cukup tinggi hingga hampir sejajar permukaan pelantar. Kondisi itu membuat kawasan tersebut tampak seperti kolam renang alami berukuran besar. Anak-anak sekolah terus berdatangan, sebagian masih mengenakan seragam, bahkan ada yang membawa gitar sambil bersantai di tepi pelantar.
“Airnya lagi jernih, jadi sekalian mandi. Mumpung pasang besar, seru ramai-ramai begini,” ujar Rizal, salah satu pelajar yang ikut berenang.
Warga lainnya, Mak Eton, mengatakan fenomena pasang besar seperti ini biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun. Namun kali ini lebih ramai karena banyak anak sekolah yang pulang lebih awal.
“Kalau pasang, biasanya memang ada yang mandi. Tapi hari ini ramai betul, kayak kolam renang. Selagi tidak berbahaya, biarlah anak-anak gembira,” katanya.
Beberapa warga dewasa tampak duduk di tepi pelantar sambil bercanda, menikmati angin laut. Mereka menyebut bahwa air laut terlihat lebih bersih dari biasanya.
“Airnya bening, makanya banyak yang turun. Tapi tetap harus hati-hati, arus di bawah tak kelihatan,” ujar Haris, warga sekitar.
Meski suasana tampak meriah, beberapa warga mengingatkan agar anak-anak tidak terlalu ke tengah karena arus laut di kawasan tersebut kerap berubah cepat ketika angin menguat.
“Seru memang, tapi tetap waspada. Kita takut kalau tiba-tiba gelombang tinggi,” ucap Dina, warga yang ikut menonton dari jauh.
Hingga sore hari, aktivitas warga dan pelajar masih berlangsung. Tawa dan teriakan anak-anak terdengar setiap kali ada yang melompat ke laut, menciptakan suasana riuh seperti lokasi wisata air dadakan.
Fenomena pasang besar ini diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga pun berharap agar pemerintah memasang tanda peringatan tambahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama ketika air pasang tiba-tiba meninggi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



