Minggu, 18 Januari 2026

Tanpa Bangku dan Atap, Warga Nongsa Rela Duduk di Rumput Tunggu Bus Trans Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Yuli warga Nongsa duduk di rumput di atas pedestrian menunggu bus Trans Batam jurusan Punggur , Rabu (12/11). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Sudah lebih dari satu jam Yuli warga Nongsa duduk di rumput di atas pedestrian, Rabu (12/11). Matanya terus menatap ujung jalan, berharap bus Trans Batam jurusan Punggur segera datang. Namun hingga sore menjelang, kendaraan ber-AC itu tak juga tampak.

Perempuan berusia 56 tahun itu terlihat sabar menunggu di pinggir jalan sejak pukul 14.30. Ia duduk di rumput karena tak ada bangku atau tempat duduk di sekitar lokasi pemberhentian bus. Tak ada kursi, tak ada atap, hanya papan kecil bertuliskan Bus Stop di tepi jalan Batubesar Nongsa.

“Awalnya saya berdiri, tapi pegal juga. Akhirnya duduk saja di rumput,” kata Yuli, saat ditemui di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB.

Warga Nongsa ini mengaku hendak menuju Punggur untuk menengok anaknya. Ia biasa naik Trans Batam karena ongkosnya murah dan busnya berpendingin udara. “Cuma lima ribu, udah enak, adem,” ujarnya tersenyum.

Namun di balik kenyamanan itu, Yuli mengeluhkan lamanya waktu tunggu dan minimnya fasilitas di sejumlah titik pemberhentian bus.

“Tadi sudah ada bus lewat, tapi jurusannya beda. Yang ke Punggur belum lewat-lewat juga,” keluhnya.

Menurut Yuli, dalam seminggu ia bisa dua sampai tiga kali menggunakan Trans Batam. Selama ini, ia menilai layanan transportasi itu cukup membantu warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Hanya saja, ia berharap waktu tunggunya bisa diperpendek.

Kondisi halte yang minim juga menjadi sorotan. Di beberapa titik, hanya ada tiang penanda tanpa atap atau kursi. “Kalau bisa ditambah bangku, biar yang tua-tua kayak saya bisa duduk,” ucapnya lirih.

Beruntung siang itu cuaca mendung, membuat Yuli bisa berteduh di bawah bayangan pohon. “Kalau panas atau hujan, paling numpang di tempat orang,”katanya sambil tersenyum kecil.

Setelah menunggu hampir satu jam tiga puluh menit, Yuli akhirnya memutuskan naik bus jurusan Batam Center. Dari sana, ia berencana menyambung lagi ke arah Nongsa. “Yang penting jalan dulu, nanti lanjut,” ujarnya.

Sejumlah warga di lokasi yang sama juga mengaku sering mengalami hal serupa. Bus datang tidak menentu, kadang cepat, kadang bisa lebih dari satu jam. “Harusnya jadwalnya diperjelas, jadi penumpang bisa siap-siap,” kata seorang warga yang melihat Yuli sudah cukup lama duduk di rumput sambil menunggu bus.

Yuli berharap, Dinas Perhubungan Kota Batam dan pengelola Trans Batam dapat menambah armada serta memperbaiki fasilitas halte. “Trans Batam sudah bagus, tinggal pelayanan dan fasilitasnya ditingkatkan,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan warga. (*)

Reporter: Yashinta

Update