Rabu, 14 Januari 2026

Target Naik Rp250 Miliar, Kinerja Pajak Daerah Batam Tetap Positif

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah. Foto. Cecep Mulyana / Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam dipastikan tidak akan menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian penerimaan pajak daerah sesuai target. Namun, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh penurunan kinerja, melainkan karena adanya penambahan target Rp250 miliar dalam APBD Perubahan yang membuat persentase realisasi tampak lebih rendah.

Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, secara riil kinerja pajak daerah tahun ini justru meningkat dibanding tahun 2024. Berdasarkan capaian hingga akhir November, realisasi pajak telah mencapai 88 persen dari target yang dipatok dalam APBD perubahan.

“Kalau mengacu pada APBD murni, sebenarnya tahun ini bisa mencapai target. Namun adanya penambahan Rp250 miliar membuat capaian tampak tidak maksimal,” katanya, Rabu (3/12).

Ia menjelaskan, target pajak daerah Batam tahun ini ditetapkan sebesar Rp1,95 triliun. Dengan proyeksi realisasi Rp1,8 triliun atau sekitar 93 persen, capaian tersebut masih berada dalam rentang yang dianggap stabil untuk ukuran tahun dengan penyesuaian fiskal besar.

Menurut Azman, sejumlah faktor membuat penerimaan tidak sepenuhnya sesuai dengan perhitungan awal. Salah satunya adalah kebijakan penataan reklame yang tengah dilakukan pemerintah. Penertiban ini berdampak langsung pada penurunan sementara penerimaan pajak dari sektor tersebut.

“Beberapa hal memang meleset dari perkiraan. Misalnya penataan reklame yang sedang berjalan. Secara estetika kota itu penting, tapi tentu berdampak pada penerimaan pajak reklame,” kata dia.

Meski demikian, beberapa sektor pajak justru menunjukkan performa positif. Pajak makan dan minuman dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) diprediksi menyentuh 100 persen penerimaan pada akhir tahun. Masing-masing saat ini sudah berada di angka 98 persen.

Untuk BPHTB, target tahun 2025 sebesar Rp495 miliar, dan hingga awal Desember realisasinya telah menembus Rp480 miliar lebih.

“Dua sektor ini menjadi penopang utama pertumbuhan pajak daerah tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, penerimaan opsen pajak yang mulai diterapkan tahun ini juga menjadi salah satu penentu kenaikan pendapatan daerah. Dengan target Rp121 miliar, realisasinya sudah mencapai Rp142 miliar atau 120 persen dari target.

“Tiga sumber pajak ini berhasil tumbuh positif sepanjang 2025,” katanya.

Untuk meningkatkan penerimaan pada sektor lain, Bapenda mengajukan program relaksasi pembayaran PBB-P2 dalam rangka Hari Jadi Batam (HJB) ke-196.

Secara keseluruhan, Azman menilai kinerja pajak daerah tahun 2025 tetap menunjukkan tren yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Beberapa penurunan yang terjadi bukan disebabkan oleh lemahnya aktivitas ekonomi, melainkan karena prioritas kebijakan pemerintah untuk menata kota.

“Itu lebih pada kebijakan. Pemkot ingin penataan agar kota lebih tertib, jadi ada sektor yang stagnan penerimaannya,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Update