
batampos – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 1,7 juta orang pada tahun 2026 ini, meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya yang berada di angka 1,5 juta kunjungan. Optimisme tersebut didorong oleh tren pertumbuhan wisata yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menjelaskan, bahwa capaian kunjungan wisman ke Batam tahun 2025 sejatinya telah melampaui ekspektasi. Namun, data resmi belum dapat dipublikasikan karena masih menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Target tahun 2025 sebenarnya sudah kami presentasikan, hanya saja belum bisa dirilis karena data BPS belum keluar,” katanya, Jumat (2/1).
Baca Juga: Nataru Berlalu dengan Lancar, BP Batam Kini Fokus Siapkan Angkutan Lebaran 2026
Hingga Oktober 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Batam telah mencapai sekitar 1,2 juta orang. Dengan rata-rata kunjungan bulanan berada di kisaran 140 ribu wisatawan, Disbudpar memprediksi total kunjungan hingga akhir tahun akan melampaui target awal.
“Kalau melihat tren, per Oktober saja sudah 1,2 juta. Artinya rata-rata kunjungan per bulan sekitar seratus ribu. Tren kunjungan wisatawan ke Batam tiap tahun selalu mengalami kenaikan yang signifikan,” kata Ardi.
Untuk mendukung target 2026, Disbudpar Batam telah menyiapkan beragam agenda event berskala lokal, nasional, hingga internasional. Sejumlah kegiatan unggulan dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun, di antaranya Batam Wonderfood and Art Ramadhan yang digelar selama satu bulan penuh, perayaan Chinese New Year, serta Kenduri Seni Melayu.
Selain itu, Batam juga akan menjadi tuan rumah Batam International Marching Band Competition, sebuah ajang dua tahunan yang diperkirakan mampu menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. Event lainnya, Sea Eagle Boat, juga kembali masuk dalam kalender pariwisata tahun ini.
Tak hanya mengandalkan event, pengembangan destinasi wisata juga menjadi fokus utama. Pemerintah Kota (Pemko) Batam, lanjut dia, terus melakukan revitalisasi sejumlah objek wisata religi dan kawasan unggulan.
Baca Juga: Dari Bekas Tempat Sampah Kini Jadi Paru-Paru Kota Batam, Mangrove Pandang Tak Jemu Pikat Wamenpar
“Pemko Batam sudah merevitalisasi Masjid Raja Hamidah yang kini tampil sangat menarik dan instagramable. Selain itu ada Masjid Sultan dan Masjid Tanjak yang juga menjadi daya tarik wisata religi,” ujarnya.
Sementara di sektor wisata bahari dan hiburan, kawasan Bengkong Laut kini berkembang pesat dengan kehadiran berbagai beach club yang menjadi magnet baru bagi wisatawan. Destinasi keluarga seperti Batam Zoo Paradise juga turut memperkaya pilihan wisata di kota industri tersebut.
Dengan kombinasi event pariwisata, penguatan destinasi, serta tren kunjungan yang terus meningkat, Ardi optimis sektor pariwisata akan tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026. (*)



