Kamis, 19 Februari 2026

Tarif Kapal Pelni Naik, KM Kelud Tetap Diminati

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Polisi mengawal penumpang yang akan berangkat dengan kapal Pelni di Pelabuhan Batuampar, Minggu (16/7).

batampos – Penyesuaian tarif kapal Pelni ternyata tidak mempengaruhi antusiasme masyarakat untuk naik kapal Pelni. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penumpang KM Kelud yang berangkat dari Batuampar, Batam menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (16/7).

Tercatat sebanyak 2.107 orang naik menggunakan moda transportasi milik pemerintah itu.

“Ya, semalam keberangkatan kapal Kelud dari Batam lumayan meningkat. Kapal berangkat siang ini membawa 2.107 orang penumpang,” ujar Kanit Reskrim Polsek KKP Batam, Iptu Noval Putra Adimas Senin (17/7).


Baca Juga: Hutan Dekat Bandara Ditebang, Puluhan Monyet Turun ke Jalan

Kondisi yang sama juga terlihat dengan penumpang datang dari Belawan, Medan. Jumlahnya mencapai 1.991 penumpang. “Kapal tiba dari Belawan dan selanjutnya bertolak ke Tanjung Priok. Penumpang datang berjumlah 1.991 orang,” katanya.

Iptu Noval menyebutkan dalam mengawal kedatangan dan keberangkatan, pihaknya menyiagakan 10 Personil Polsek KKP untuk memberikan pengamanan di pelabuhan.

Perketatan pengawasanpun meliputi pemeriksaan barang bawaan penumpang mulai dari pintu keberangkatan hingga pintu kapal. Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan razia secara acak terhadap barang bawaan penumpang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan pencegahan terjadinya tindak pidana narkoba dan barang-barang terlarang lainnya.

Baca Juga: Mobil di Batam yang Gunakan Pertalite Bakal Diwajibkan Pakai Fuel Card

Sementara itu Rizal, salah satu penumpang Kelud tujuan Belawan mengaku, memilih kapal Kelud karena harga tiketnya yang terjangkau dibandingkan moda transportasi lain. Selain itu KM Kelud juga mempunyai jadwal yang rutin, sehingganya lebih memudahkan para penggunanya berpergian.

“Ya walaupun ada sedikit kenaikan, tapi tetap yang paling murah lah saya pikir. Kita dari dulu naik Kelud,” ujarnya

Sebelumnya, Direktur Usaha Angkutan Penumpang PELNI Yahya Kuncoro menyatakan penyesuaian tarif baru per 1 Juli berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 7 tentang Tarif Penumpang dan Uang Tambang Barang Angkutan Laut Perintis dan PM No. 8 tentang Tarif Batas Atas Angkutan Penumpang Laut Dalam Negeri Kelas Ekonomi.

Baca Juga: SMAN 1 Batam Tambah Rombel, Kepala Ombudsman: Ini akan Kami Catat Sebagai Temuan

“Aturan PM 7 dan PM 8 Tahun 2023 ini mengatur penyesuaian tarif dasar per mil. Sementara untuk besaran asuransi masih tetap, sementara komponen biaya pass pelabuhan menjadi kewenangan pengelola pelabuhan,” kata Yahya saat di Batam.

Yahya menyebutkan, untuk tarif dasar rute Batam tujuan Tanjung Balai Karimun dari sebelumnya sebesar Rp 33.000,- (belum termasuk asuransi perjalanan dan pass pelabuhan) disesuaikan menjadi Rp 47.000. Contoh ruas lain untuk Batam – Tanjung Priok dari Rp 310.000,- menjadi Rp 336.000 dan Batam Belawan dari awalnya Rp 220.000 menjadi Rp 267.000.

 

Reporter: Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN