Selasa, 10 Maret 2026

Tarik Tanker di Dock ASL, Tug Boat Mega Tenggelam, Tiga Tewas Satu Hilang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Insiden terbaliknya tug boat Mega saat memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta pada Jumat (6/3). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang hilang dalam insiden tenggelamnya tug boat Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Kota Batam. Hingga Sabtu (7/3), korban bernama Yusuf Tankin yang merupakan kru kapal masih belum ditemukan.

Komandan Pos Basarnas Batam, Dedius, mengatakan upaya pencarian terus dilakukan sejak insiden terjadi pada Jumat (6/3). Namun hingga kini tim penyelamat belum berhasil menemukan korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal. “Satu korban belum ditemukan,” kata Dedius.

Peristiwa kecelakaan laut tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di perairan PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Batuaji. Saat itu sebuah kapal tanker Kyparissia yang hendak naik dok di jetty PT ASL sedang ditarik oleh tug boat Mega yang berfungsi membantu proses manuver kapal.

Baca Juga: Insiden Tug Boat di ASL Terjadi Setelah Peringatan Menaker Soal Keselamatan Kerja

Namun saat proses penarikan berlangsung, tug boat Mega diduga kehilangan keseimbangan akibat hembusan angin kencang. Kapal kemudian terbalik dan tenggelam di lokasi kejadian.

Saat insiden terjadi terdapat lima orang kru di atas kapal. Dari jumlah tersebut, satu orang berhasil selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Korban yang berhasil selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari yang merupakan anak buah kapal (ABK). “Yang selamat saat ini berada di Polairud untuk dimintai keterangan,” ujar Dedius.

Sementara tiga korban meninggal dunia masing-masing Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede yang menjabat sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik sebagai kepala kamar mesin (KKM). Ketiganya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pihak keluarga meminta agar jenazah para korban dipulangkan tanpa dilakukan autopsi. Pemulangan jenazah dilakukan secara bertahap sejak dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah keluarga berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Jenazah Guntur Pardede dipulangkan ke rumah keluarga di Tiban Kampung. Sementara Abdul Rahman dibawa ke Taman Sari, Tiban, dan Jhonson Bertuahman Damanik dipulangkan ke kawasan Tembesi, Kecamatan Batuaji.

Dedius menjelaskan proses pencarian korban hilang mengalami kendala karena adanya tumpahan minyak di sekitar lokasi kejadian. “Saat ini ruang di dalam kapal sudah dipenuhi minyak sehingga penyelaman belum bisa dilakukan. Rencananya kapal tug boat akan ditarik ke tepi agar memudahkan proses evakuasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizky Subagyo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kondisi korban yang masih hilang. Menurutnya, pada malam hari setelah kejadian sempat terdengar komunikasi dari dalam kapal. “Tadi malam masih ada komunikasi dengan korban yang terjebak di dalam kapal, namun penyelam terkendala minyak yang memenuhi lokasi,” katanya.

Pihak keluarga korban berharap Yusuf Tankin dapat segera ditemukan. Roy, salah satu kerabat korban, mengatakan Yusuf yang bertugas sebagai second engineer merupakan pamannya yang telah berusia sekitar 60 tahun. “Kami masih berharap beliau ditemukan dalam keadaan selamat, apalagi sempat ada kabar terdengar suara dari dalam kapal,” ujarnya.

Hingga Sabtu siang, tim SAR gabungan masih bersiaga di lokasi kejadian untuk melanjutkan proses pencarian korban yang hilang. (*)

SALAM RAMADAN