Minggu, 25 Januari 2026

Tegas, Kadishub Sebut Pemblokiran Akses Jalan di Genta I Batuaji Tidak Dibuka

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan menuju kawasan Genta I, Batuaji yang masih ditutup. f. yofi

batampos– Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra mengatakan pemblokiran jalan Letjend Suprapto menuju kawasan Genta I, Batuaji tidak akan dibuka. Kebijakan ini diambil untuk keselamatan pengendara dan masyarakat setempat.

“Itu jalan dibuat-buat saja, jalan utamanya ke kawasan itukan sudah ada. Jadi karena masalah keselamatan, jalan itu tidak bisa dibuka,” ujarnya.

Leo menjelaskan akses jalan yang ditutup tersebut berdekatan dengan traffick light atau pertigaan lampu merah Putri Hijau. Dari traffick light,  pengendara motor kerap menerobos atau melawan arus ke kawasan Genta I.

“Kalau jalan dibuka dan ada korban atau warga sekitar ditabrak nanti, siapa yang bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Leo, para pedagang tidak perlu lagi mempermasalahkan pemblokiran jalan tersebut. Sebab, ke depannya akan ada solusi bagi seluruh UMKM.

BACA JUGA: Dishub Batam Beberkan Alasan Jalan Menuju Genta I Diblokir

“Dari pertemuan pertama dengan warga dan UMKM sudah jelas, akan ada solusi untuk UMKM. Bukan jalan yang dibuka,” tegasnya.

Sebelumnya, puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan Genta I, Batuaji serentak menutup usahanya, Selasa (4/11). Penutupan usaha ini merupakan aksi protes pedagang terkait adanya penutupan jalan utama dari arah Jalan Letjend Suprapto menuju kawasan tersebut.

Risma, pengusaha londry di Genta I mengatakan penutupan usaha ini dilakukan setelah para pedagang sepakat untuk unjuk rasa ke Kantor Walikota Batam.

“Jalannya ditutup sudah hampir 6 bulan, karena ada pengerjaan lahan di pintu masuk. Jadi pedagang disini merugi dan unjuk rasa ke Kantor Walikota,” ujarnya di lokasi.

Ia menjelaskan sebelum akses jalan ditutup, kawasan ini banyak dilalui pengendara. Sehingga, usaha warga setempat tersebut ramai pengunjung atah pembelinya.

“Sekarang kalau masuk dari jalan besar, harus mutar jauh. Jadi banyak yang malas lewat sini,” katanya.

Risma juga mengaku penutupan jalan tersebut membuat omzet usahanya turun hingga 50 persen. Sebab, beberapa warga perumahan di sekitar kawasan tersebut enggan berkendara lebih jauh.

“Sekarang jauh lebih sepi. Pelanggan saya juga banyak yang pindah,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

 

 

 

 

Update