Jumat, 13 Februari 2026

Tentukan Awal Puasa, Kemenag Batam Gelar Rukyatul Hilal di Menara Masjid Agung Batuaji

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Kementerian Haji Kota Batam, Syahbudi. f Renga/Batam Pos

batampos – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam akan melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal penentuan awal bulan Ramadan pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai di Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah, Kecamatan Batuaji, Kota Batam.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Budi Dermawan, mengatakan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal merupakan bagian dari mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan.

“Pelaksanaan rukyatul hilal ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dalam memastikan penentuan awal Ramadan dilakukan secara cermat, akurat, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta kaidah ilmiah,” ujar Budi, Kamis (12/2).


Ia menjelaskan, hasil pengamatan hilal di Batam nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan yang digelar secara nasional.

Menurutnya, proses penetapan awal Ramadan di Indonesia menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung). Dengan kombinasi tersebut, pemerintah berupaya menghadirkan keputusan yang komprehensif dan dapat diterima seluruh umat Islam.

“Kami melibatkan berbagai unsur, mulai dari ahli falak, perwakilan ormas Islam hingga instansi terkait, agar proses pengamatan hilal berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Tanjung Uncang, dipilih sebagai lokasi pengamatan karena dinilai strategis dan memiliki sudut pandang yang terbuka ke arah ufuk barat. Lokasi tersebut sebelumnya juga kerap digunakan sebagai titik pemantauan hilal di Kota Batam.

“Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah kami pilih karena lokasinya strategis dan representatif untuk melakukan pengamatan hilal di wilayah Kota Batam,” tambahnya.

Budi menegaskan bahwa masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat terkait penetapan awal Ramadan.“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai dasar penetapan awal Ramadan,” tegasnya.

Ia berharap, melalui proses rukyatul hilal yang dilakukan secara bersama dan penuh kehati-hatian, umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan penuh ketenangan dan kebersamaan.

“Momentum rukyatul hilal ini bukan hanya soal melihat hilal, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh persatuan. Semoga umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan hati yang tenang dan penuh kesiapan,” tutup Budi.

Pelaksanaan rukyatul hilal ini menjadi momen penting menjelang datangnya bulan suci yang dinanti-nantikan umat Islam. Selain sebagai penanda awal ibadah puasa, Ramadan juga menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.(*)

Update