Senin, 16 Maret 2026

Terkait Kasus Kekerasan di SMK SPND Batam, Gubernur Kepri: Harus Ada Sanksi Keras

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Gubernur Kepri, Ansar Achmad. Foto: Humas Pemprov Kepri

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, angkat bicara terkait persoalan kekerasan yang terjadi di SMK Penerbangan Nasional Dirgantara, Kota Batam. Ia mendukung dilakukan investigasi mendalam untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“Harus ada sanksi keras, jika memang ada pelanggaran yang dilakukan. Apalagi, persoalannya sudah ditangani oleh penegak hukum,” ujar Ansar, Senin (6/12/2021) lalu di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Atas dasar itu, gubernur meminta Tim Investigasi yang sudah ditunjuk dapat bekerja secara profesional. Apapun keputusan yang dibuat oleh Tim Investigasi, ia akan mendukungnya.

Ia berharap peristiwa kekerasan tersebut menjadi alarm bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Kepri. Ditanya terkait mencuatnya wacana penutupan sekolah tersebut, Ansar berharap ada keputusan terbaik.

Jika memang sekolah tetap dilanjutkan, peristiwa serupa tidak terulang kembali ke depannya. Apalagi, ini sekolah kejuruan penerbangan yang salah satu tujuannya untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Tim Investigasi sudah dibentuk, saya berharap mereka bisa bekerja dengan cepat. Sehingga didapat keputusan yang tepat,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Investigasi, Muhammad Dali, menambahkan, tim sudah mulai bekerja dengan turun ke lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri tersebut mengatakan, secara spesifik pihaknya belum melakukan tindakan tegas.

“Kami akan mendalami, apakah proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh SMK Penerbangan apakah sesuai dengan sembilan standar nasional pendidikan,” ujar Dali.

Pihaknya tidak akan terburu-buru dalam membuat kesimpulan. Apalagi, tim yang ada dari berbagai unsur. Kesimpulan dari kerja tim akan disampaikan ke Gubernur Kepri.

Pihaknya juga menghormati aspirasi yang disampaikan oleh wali murid.

“Kami akan mempertimbangkan semua aspek. Apapun keputusannya nanti, itu adalah keputusan dari tim investigasi,” jelas Dali.

Reporter: Jailani

SALAM RAMADAN