
batampos.co.id – Varian Omicron menjadi ancaman yang patut diwaspadai saat ini. Terlebih lagi, mutasi Covid-19 ini dipercaya dapat menyebar dengan sangat mudah sehingga bisa meningkatkan jumlah kasus baru Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, Varian Omicron jauh mudah menular dibandingkan varian Delta.
Bahkan varian Omicron ini digolongkan ke dalam kategori variantof concern, karena ia menular lebih cepat ketimbang varian lain jenis lainnya.
“Ya, varian ini hanya lebih cepat menular saja,” ungkap Didi, Senin (6/12).
Meski begitu, Didi mengungkapkan bahwa varian dengan kode B.1.1.529 itu tidak memperlihatkan indikasi dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian.
“Hanya lebih mudah menular, tapi tidak lebih mematikan,” tambahnya.
Sejauh ini lanjut Didi, belum ditemukan adanya varian virus ini di Kota Batam. Hanya saja ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
“Prokes tetap wajib dijalankan, karena ini salah satu upaya kita memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini,” pungkasnya.
Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam pada Senin (6/12/2021), terdapat tambahan satu orang pasien sembuh Covid-19. Sehingganya pasien aktif di Batam saat ini kembali turun menjadi lima orang.
“Ya, ada tambahan satu pasien sembuh, dengan tingkat kesembuhan saat ini mencapai 96,722 persen,” ungkap Didi yang juga sebagai Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Batam.
Selanjutnya sepanjang 24 jam terakhir tercatat tidak ada penambahan pasien baru ataupun pasien yang meninggal.
Adapun wilayah berzona kuning saat ini ialah, Baloi Permai, Sagulung Kota, Sekanak Raya, Batu Selicin dan Tanjung Uma dengan masing-masing satu kasus aktif. Sisanya 59 kelurahan lain berzona hijau atau tak ada kasus Covid-19.
Reporter: Rengga Yuliandra



