Kamis, 21 Mei 2026

Terluka Karena Penganiayaan tapi Sebut Korban Begal, Pemuda di Sagulung Minta Maaf

spot_img

Berita Terkait

Korban saat berbincang dengan penyidik Reskrim Polsek Sagulung, Rabu (20/5). F.Polsek untuk Batam Pos

batampos – Informasi dugaan aksi pembegalan di kawasan Sei Temiang, Kecamatan Batuaji, sempat menghebohkan masyarakat setelah beredar luas di media sosial. Dalam informasi tersebut disebutkan seorang pemuda berinisial F, 22, menjadi korban begal dan mengalami luka senjata tajam di tangan kanan.

Menindaklanjuti kabar tersebut, jajaran Polsek Batuaji langsung melakukan pengecekan dan mendatangi korban untuk memastikan kejadian yang sebenarnya.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan, berdasarkan keterangan korban, peristiwa yang dialaminya bukan aksi pembegalan seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

“Setelah kami lakukan pengecekan dan meminta keterangan korban, yang bersangkutan mengaku bukan korban begal, melainkan mengalami penganiayaan di kawasan Sei Lekop,” ujar Bayu.

Baca Juga: Marak Curanmor di Bida Ayu, Polisi Sarankan Warga Pasang Portal dan CCTV

Ia menambahkan, korban telah diarahkan untuk membuat laporan resmi ke Polsek Sagulung karena lokasi kejadian masuk wilayah hukum setempat. Bukan di kawasan Sei Temiang.

“Korban sudah kami arahkan membuat laporan di Polsek Sagulung untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Bayu juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan teliti sebelum menyebarkan informasi di media sosial, terutama terkait isu kriminalitas yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat lebih hati-hati, cermat, dan teliti dalam menyebarluaskan informasi di media sosial agar tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Sementara F, mengaku luka yang dialaminya tersebut akibat perkelahian di kawasan Sei Lekop. Ia kemudian mengunggah status luka yang dialami di WhatsApp dan mengaku dibegal.

“Saya bukan dibegal, tapi berkelahi. Saya minya maaf atas kegaduhan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Jalan Tengku Sulung Mulai Dilebarkan, Ditingkatkan Jadi Dua Jalur

Meski informasi begal tersebut dipastikan tidak benar, kabar yang beredar tetap menimbulkan kekhawatiran warga. Sebelumnya, isu serupa juga sempat muncul di kawasan Marina yang dikabarkan menimpa seorang pengendara wanita.

Rahmat, warga Tiban, berharap pemerintah dan aparat kepolisian meningkatkan pengamanan di ruas jalan yang dinilai rawan tindak kejahatan, terutama pada malam hari.

“Kalau bisa ada pos polisi dan CCTV. Jalan ini dari dulu memang rawan, karena saat malam hari itu gelap dan sepi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pos polisi dan pengawasan CCTV dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menekan aksi kriminalitas di jalanan.

“Kalau ada polisi yang berjaga, pastinya jalan lebih aman,” tutupnya. (*)

spot_img

UPDATE

Play sound