
batampos – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bengkong Laut 2 resmi dihentikan operasionalnya setelah insiden 235 siswa MAN 2 Kota Batam mengalami diare dengan gejala muntah dan mencret usai menyantap menu daging dendeng Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (11/11) lalu.
Penutupan sementara ini dilakukan karena SPPG Bengkong Laut 2 belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat resmi dari Dinas Kesehatan yang memastikan sebuah fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan. Sertifikat ini wajib dimiliki seluruh SPPG demi menjamin makanan yang dikonsumsi siswa aman dan tidak menimbulkan penyakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, mengungkapkan hingga saat ini hanya 12 dari 43 SPPG di Batam yang telah memiliki SLHS. Sisanya masih dalam proses pemenuhan persyaratan.
BACA JUGA: Sebabkan Siswa MAN 2 Batam Diare, SPPG Bengkong Laut 2 Dihentikan untuk Evaluasi
“SPPG Bengkong Laut 2 sudah kami minta untuk segera mengurus SLHS. Tapi sekalipun nanti sudah punya sertifikat, mereka tetap akan dipantau. Karena ini menyangkut kesehatan anak-anak sekolah,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (18/11).
Melda menegaskan pengawasan tidak akan dihentikan meski SPPG sudah memenuhi seluruh persyaratan. Dinkes terus melakukan kontrol berkala melalui puskesmas wilayah masing-masing dan evaluasi sanitasi dapur.
Kepala SPPG Kota Batam, Defri, membenarkan bahwa SPPG Bengkong Laut 2 sudah tidak lagi beroperasi sejak insiden terjadi. Seluruh kegiatan produksi makanan dihentikan sementara sampai proses perbaikan selesai.
“Belum beroperasi. Masih dalam perbaikan infrastruktur dan melengkapi sertifikasi seperti SLHS serta sertifikat penjamah makanan,” kata Defri kepada Batam Pos, Kamis (20/11).
Defri menegaskan pihaknya memberi waktu maksimal dua bulan untuk memperbaiki seluruh aspek yang menjadi syarat kelayakan.
“Kita beri waktu maksimal dua bulan untuk SPPG memperbaiki infrastruktur dan mengurus SLHS,” ujarnya. (*)
Reporter: Syaban



