Senin, 12 Januari 2026

Teror Order Fiktif Sasar Tiga Kantor Media di Kepri, AJI Desak Polisi Usut Pelaku

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pimpinan sejumlah media yang mendapat teror order fiktif memberikan keterangan di kepolisian.

batampos – Teror digital dengan modus orderan fiktif kembali menyasar kantor media di Provinsi Kepulauan Riau. Setelah Batamnews dan Ulasan Network, kini giliran redaksi Tribun Batam yang jadi target serangan, Minggu hingga Selasa (27-29/7). Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam mengecam aksi ini dan mendesak Polda Kepri mengusut tuntas pelakunya.

Dari data yang dihimpun AJI Batam, serangan ke Tribun Batam terjadi dua kali. Pertama pada Minggu (27/7) pukul 23.00 WIB, sekitar 20 mitra driver ojek online datang ke kantor Tribun Batam di Komplek MCP, Batuampar. Mereka mengaku mendapat pesanan untuk menjemput dokumen atas nama pemesan “Mustafa”, melalui layanan Gosend, dengan tujuan pengiriman ke Tiban.

Serangan kedua terjadi Selasa (29/7) pukul 11.00 WIB. Kali ini, jumlah driver yang datang meningkat drastis, mencapai lebih dari 80 orang. Pemesan menggunakan nama berbeda, “Munip Nastin Julianto”, namun dengan modus serupa—mengantar dokumen ke Lapangan Tenis Pemerintah Kota Batam.

Baca Juga: Perlancar Arus Lalu Lintas, Dishub Batam Tutup Perempatan dan U-Turn di Sejumlah Titik

Pimpinan Redaksi Tribun Batam, Prawira Maulana, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Direktorat Siber Ditreskrimsus Polda Kepri. “Kami duga aksi ini dilakukan dua kali karena yang pertama tidak mendapat respons. Saat pelaku tak melihat berita yang diinginkan tayang, dia melancarkan aksi kedua dengan jumlah orderan lebih banyak,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi teror serupa juga dialami Batamnews dan Ulasan Network pada Minggu pagi (27/7). Sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan driver ojek online menyerbu kantor Batamnews di Batam Center. Mereka membawa pesanan fiktif penjemputan dokumen atas nama “Mustafa Gea”.

CEO Batamnews, Zuhri Muhammad, mengatakan pihaknya telah melaporkan kasus ini ke Polda Kepri. Ia menambahkan, nomor pemesan tidak terdeteksi di aplikasi dan penerima yang dihubungi mengaku tak pernah memesan.

Berselang satu jam kemudian, kantor Ulasan Network di Tanjungpinang juga menerima serangan serupa. Sekitar 20 driver mendatangi kantor media daring tersebut, mengaku mendapat orderan pengantaran koran ke Gedung Daerah atas nama “Musdalifa”. Padahal, Ulasan Network tidak memiliki produk koran cetak.

Kepala Divisi Pemberitaan Ulasan Network, Muhammad Rakhmat, menyebut aksi ini sangat janggal dan patut dicurigai sebagai serangan terencana. “Pelaku kemungkinan sama. Modusnya identik, dilakukan sistematis, dan mengarah pada intimidasi terhadap media,” katanya.

Baca Juga: 2 Bulan Operasi, Bea Cukai Tindak 16 Penyelundupan di Laut

Ketua AJI Batam Yogi Eka Sahputra menegaskan, tindakan ini bukan lagi dianggap iseng. Ia menyebutnya sebagai bentuk teror terhadap kemerdekaan pers. “Serangan ini jelas mengganggu kerja jurnalistik, bahkan terjadi hingga larut malam, menimbulkan ketakutan dan tekanan psikologis pada jurnalis,” katanya.

Ia mengingatkan, teror serupa pernah dialami jurnalis di daerah lain dengan modus pemesanan GoFood senilai jutaan rupiah saat tengah menulis berita kritis. “Ada pola sistematis untuk membungkam kerja jurnalistik,” tegasnya.

AJI Batam menilai pelaku mencoba mengaburkan motif dengan menyerang beberapa media sekaligus, bahkan perusahaan non-media juga sempat jadi target. “Upaya ini untuk menciptakan kesan bahwa ini hanya aksi iseng, padahal tidak,” tambahnya.

AJI juga mengecam keras aksi ini dan mengimbau semua pihak yang keberatan atas pemberitaan agar menempuh jalur hukum yang sesuai dengan UU Pers, bukan dengan intimidasi digital. Selain itu, jurnalis diminta memperkuat keamanan digital dan tetap bekerja secara profesional.

Sikap Resmi AJI Kota Batam:
1.Mengecam keras tindakan teror terhadap media di Kepri.
2.Mendesak Polda Kepri mengusut dan menindak pelaku.
3.Mengimbau masyarakat menempuh mekanisme hak jawab sesuai UU Pers.
4.Mendorong media bekerja profesional dan menjaga keamanan digital.
Rangkaian Teror Orderan Fiktif di Kepri:
•Batamnews (27 Juli, pukul 08.00 WIB): 50 driver datang, pemesan atas nama Mustafa Gea.
•Ulasan Network (27 Juli, pukul 09.00 WIB): 20 driver datang, pemesan atas nama Musdalifa.
•Tribun Batam (27 Juli, pukul 23.00 WIB): 20 driver datang, pemesan atas nama Mustafa Gea.
•Tribun Batam (29 Juli, pukul 11.00 WIB): 80 driver datang, pemesan atas nama Munip Nastin Julianto.
Reporter: Yashinta

Update