
batampos – Peristiwa tragis akibat cuaca ekstrem kembali terjadi di Kota Batam. Seorang petani tewas dan satu lainnya mengalami luka serius setelah diduga tersambar petir saat beraktivitas di kebun depan Mako Yonif 10 Marinir, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Rabu (31/3).
Korban meninggal dunia diketahui bernama Suwardjo (62), warga Setokok. Sementara rekannya, Suwardi (70), warga Sei Pelunggut, selamat namun mengalami luka dan kini menjalani perawatan intensif di RS Graha Hermin Batuaji.
Polsek Bulang yang menerima laporan warga langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Kapolsek Bulang Iptu Bobby Pratama bersama anggota piket fungsi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan situasi.
Baca Juga: Istri Oknum Polisi Diduga Tipu Warga Seilekop
“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi korban, mengamankan TKP, serta mengumpulkan keterangan saksi di lapangan,” ujar Kapolsek Bulang.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa ini diketahui saat dua warga, Diah Eka Kurniawati dan Ferdi Ariyanto, tengah berkebun di sekitar lokasi. Mereka tiba-tiba mendengar teriakan minta tolong dari arah kebun korban.
Saat didatangi, Suwardi mengaku dirinya bersama Suwardjo baru saja tersambar petir. Saksi kemudian segera meminta bantuan kepada personel Yonif 10 Marinir yang berada tidak jauh dari lokasi, sekaligus menghubungi pihak Kepolisian.
Korban Suwardjo sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara Batam. Namun nahas, setibanya di rumah sakit, ia dinyatakan telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka bakar di bagian perut kiri dan selangkangan yang diduga kuat akibat sambaran petir.
Baca Juga: Pria Diduga Lompat dari Jembatan Barelang Ditemukan Selamat
Sementara itu, Suwardi langsung dilarikan ke RS Graha Hermin untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, korban masih dalam penanganan intensif tim medis. Polisi menyebut korban meninggal diketahui tidak memiliki keluarga dan jenazah masih berada di kamar jenazah RS Bhayangkara Batam.
Polsek Bulang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca buruk disertai petir. Warga juga diminta segera menghubungi layanan 110 apabila terjadi keadaan darurat guna mendapatkan penanganan cepat dari pihak berwenang. (*)



