Jumat, 23 Januari 2026

Tertib Berlalu Lintas Butuh Waktu, Polisi dan Dishub Batam Terus Edukasi Pengguna Jalan Lewat Kanalisasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Satlantas Barelang gencarkan kanalisasi, wujudkan Batam tertib dan aman berlalu lintas. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Upaya penataan arus lalu lintas melalui kanalisasi pemisahan lajur kendaraan roda dua dan roda empat di Kota Batam masih terus dilakukan hingga Selasa (11/10). Meskipun sosialisasi telah berjalan selama beberapa hari terakhir, kenyataannya di lapangan masih banyak pengendara yang belum sepenuhnya memahami dan mengikuti aturan penggunaan lajur tersebut.

Pantauan di sejumlah titik, termasuk ruas Jalan Sudirman hingga kawasan Baloi, terlihat sebagian pengendara sepeda motor masih melintas di jalur kanan yang seharusnya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat. Bahkan beberapa kendaraan roda empat juga terlihat memasuki jalur kiri yang kini ditetapkan menjadi lajur khusus sepeda motor.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengatakan pemerintah bersama Satlantas Polresta Barelang masih memprioritaskan pendekatan edukasi dan sosialisasi sebelum penertiban penuh diterapkan. Menurutnya, perubahan budaya berkendara membutuhkan waktu dan adaptasi.

“Saat ini kami masih di tahap sosialisasi. Sepeda motor diarahkan untuk berada di lajur kiri. Harapannya agar terbentuk kebiasaan dulu. Keselamatan menjadi tujuan utama, sehingga kami lakukan bertahap,” ujar Leo.

Namun di lapangan, masih ditemukan sejumlah pelanggaran yang dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan. Bahkan diketahui terdapat marka pemisah yang ditabrak pengendara karena tidak memperhatikan pembagian jalur saat berkendara.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menegaskan penataan ini perlu dukungan dan kesadaran seluruh pengguna jalan. Pihaknya akan terus menempatkan personel untuk memberikan panduan sekaligus edukasi langsung.

“Perubahan ini tidak bisa instan. Butuh waktu dan kemauan pengguna jalan untuk tertib. Kami imbau tetap gunakan lajur sesuai peruntukannya karena ini menyangkut keselamatan,” katanya.

Sumardi, seorang pengendara mobil yang melintas di kawasan Sudirman, mengaku masih belum terbiasa dengan pembagian jalur ini. Ia mengakui beberapa kali masih masuk ke lajur kiri yang khusus untuk sepeda motor.

“Masih bingung dan belum terbiasa. Terkadang lajur kanan padat, jadi saya ikut ke kiri. Mungkin butuh waktu sampai benar-benar paham,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Udin, pengendara sepeda motor yang masih menggunakan lajur kanan saat berkendara. Ia merasa masih ada keraguan karena melihat pengendara lain belum sepenuhnya mengikuti aturan.

“Kadang saya ikut jalur kanan karena ramai dan belum semua motor pindah ke kiri. Kalau sudah semua konsisten mungkin lebih mudah,” ujarnya.

Pemerintah dan Polresta Barelang memastikan sosialisasi akan terus dilakukan dengan pendekatan humanis sebelum penegakan disiplin dilakukan secara menyeluruh. Program ini diharapkan mampu membentuk budaya tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di Kota Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update