Minggu, 15 Maret 2026

Terungkap, Ini Penyebab Naiknya Kasus Covid-19 di Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Dua petugas medis dari BTKLPP Kelas I Batam Kementerian Republik Indonesia melakukan pemeriksaan sampel Covid-19 dengan TCM mastermix dan Ekstraksi di mobil laboratorium bergerak survailans beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Naiknya kasus Covid-19 di Kepri diduga karena penularan klaster serta terbukanya penerbangan domestik dan pelayaran internasional.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri. Ia juga membenarkan saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Kepri naik drastis.

“Selama 4 bulan kasus Covid-19 di Kepri melandai, tapi kini naik kembali,” kata Bisri.

Saat ditanya penyebab peningkatan kasus ini? Bisri menduga sudah ada terjadi penularan klaster.

Sehingga terjadi peningkatan kasus di Kepri. Selain itu, terbukanya penerbangan domestik dan pelayaran internasional.

Ia menjelaskan, orang yang keluar masuk ke Kepri meningkat drastis. Sehingga potensi penularan sangat terbuka lebar.

“Aktivitas dan mobilitas masyarakat sangat tinggi. Sehingga, Kepri terdampak jadinya. Ada peningkatan kasus di Jakarta. Orang lalu lalang ke Jakarta meningkat, sehingga potensi penularan juga tinggi,” ungkapnya.

Pihaknya mencatat saat ini ada 25 kasus aktif. Namun, kebanyakan orang yang terpapar Covid-19 ini, tidak ada yang perlu mendapatkan perawatan rumah sakit.

“Semuanya hanya bergejala ringan, sehingga tidak ada peningkatan BOR (Bed occupancy rate atau keterisian tempat perawatan di rumah sakit),” ujar Bisri.

Bisri mengatakan sejauh ini belum ada temuan varian Covid-19 yang baru. Jenis varian Covid-19 yang menjangkiti masyarakat Kepri, jenis omnicron.

“Kami masih tetap memantau, pergerakan kasus dan variannya. Semoga tidak ada varian baru,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat yang belum vaksin ketiga, agar segera mendatangi pusat-pusat layanan kesehatan daerah. Vaksinasi dosis ketiga, sangat efektif dalam menghambat penyebaran Covid-19.

“Jangan vaksin akibat alasan bepergian. Segeralah booster, agar kesehatannya terjaga,” tuturnya.(*)

Reporter: Fiska Juanda

SALAM RAMADAN