
batampos – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat persiapan menjelang masuknya bulan suci Ramadan, Selasa (29/3).
Pembahasan meliputi pengawasan kebutuhan pokok, terutama minyak goreng, penambahan jam operasional tempat hiburan malam (THM), pengaturan pelaksanaan ibadah selama bulan puasa, serta buka dan tutup rumah makan.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan ada empat hal yang dibahas bersama. Pertama terkait ketersediaan bahan pokok, buka tutup tempat hiburan malam (THM), tunjangan hari raya (THR) pekerja, serta arus mudik lebaran.
Untuk komoditi kebutuhan pokok untuk sementara cukup, meskipun beberapa kebutuhan mengalami kenaikan harga. Ada beberapa bahan pokok yang menjadi atensi ke depannya, pertama minyak goreng, daging sapi, cabai merah, dan telur.
“Keempat komoditi ini dipastikan akan mengalami lonjakan permintaan, sehingga tim satgas sepakat akan turun mengawasi harga dan stok di pasaran selam bulan puasa,” kata Amsakar usai memimpin rapat di Kantor Wali Kota Batam.
Selanjutnya mengenai buka dan tutup jam operasional THM di Batam menggunakan skema 3.2.3 yaitu tiga hari diawal Ramadan, dua hari di tengah, dan tiga hari terakhir. THM diminta menutup tempat usaha selama delapan hari di bulan puasa.
“Untuk jam operasional mulai dari pukul 21.00-01.00 dini hari. Untuk waktu operasional ini mengalami perubahan, sebelum pandemi mereka buka sampai pukul 02.00 WIB, selama pandemi mereka bahkan tutup habis. Setelah ada pelonggaran mereka buka hingga pukul 00.00 WIB,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga membahas pelaksanaan ibadah, mulai dari buka puasa, taraweh, hingga tadarus. Semua diperbolehkan dan digelar seperti suasana normal.
Amsakar menambahkan selain itu, Forkopimda juga membahas terkait pemenuhan hak karyawan berupa tunjangan hari raya (THR). Sesuai dengan surat yang dikeluarkan Kemenaker pembayaran THR paling lambat tujuh hari sebelum lebaran.
“Untuk mengawasi hal ini nanti Disnaker akan membuat posko pengaduan THR, dan mengeluarkan surat edaran terkait mekanisme pembayaran THR ini,” sebutnya.
Mendekati lebaran nanti, pihaknya juga akan membuat gerai vaksin di pelabuhan dan bandara. Hal ini guna mendukung syarat perjalanan mudik tahun ini.
Seperti diketahui, tahun pemerintah tidak lagi memberlakukan tes antigen, dan PCR untuk syarat perjalanan. Pemudik hanya wajib menjalani vaksin dosis pertama, kedua, dan booster.
“Kami akan menambah titik vaksin nantinya,” imbuhnya lagi. (*)
Reporter : YULITAVIA



