Selasa, 7 April 2026

Tiket Ferry Batam–Malaysia Naik, Warga Keluhkan Biaya Perjalanan Kian Mahal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tiket Ferry Batam–Malaysia
Suasana Pelabuhan Internasional Batam Center.

batampos – Harga tiket fery kapal rute Batam menuju Malaysia naik signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dikeluhkan warga karena biaya perjalanan pulang-pergi (PP) kini hampir menyamai bahkan melebihi perjalanan ke Singapura.

Salah satu warga Batam, Nike, terkejut dengan lonjakan harga tiket Ferry Batam–Malaysia saat membeli langsung di pelabuhan. Ia menyebut, harga tiket kini mencapai Rp715 ribu, sudah termasuk penyesuaian kenaikan bahan bakar minyak (BBM) kapal serta pajak dari Batam.

Sementara saat kembali dari Johor ke Batam, penumpang juga dikenakan tambahan pajak dan kenaikan biaya BBM kapal yang sebelumnya hanya sekitar RM23, kini menjadi RM35.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Batam Naik, Minyakita Menghilang dari Pasaran

“Kalau ditotal sekarang untuk perjalanan PP bisa sekitar Rp867 ribu per orang, dengan asumsi kurs Rp4.300 per ringgit. Mahal sekali dibanding sebelumnya,” ujar Nike.

Ia menjelaskan, sebelumnya harga tiket ke Malaysia hanya sekitar Rp515 ribu, ditambah pajak keberangkatan dari Malaysia sebesar RM23. Namun saat ini, selain tarif tiket yang naik, nilai tukar rupiah terhadap ringgit juga mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp4.300 per ringgit, sehingga semakin memberatkan biaya perjalanan.

“Ngeri kali sekarang, kemarin-kemarin masih oke lah,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Adit, warga Batam lainnya. Ia menilai kenaikan harga tiket yang tinggi membuat perjalanan ke Malaysia tidak lagi ekonomis. “Dulu jelas lebih murah ke Malaysia, makanya banyak yang pilih ke sana. Sekarang malah terasa hampir sama,,” ujarnya.

Baca Juag: Kasus Tabrak Lari Murid SD Jadi Perhatian, Sekolah Harus Dilengkapi Fasilitas Keselamatan

Menurut Adit, kondisi ini berpotensi memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian, terutama bagi yang selama ini rutin melakukan perjalanan singkat ke Johor untuk berbelanja atau berlibur. Ia berharap ada penyesuaian harga atau kebijakan yang bisa meringankan beban masyarakat.

“Kalau bisa harganya disesuaikan lagi, karena cukup berat. Apalagi buat pekerja,” sebutnya.

Kenaikan ini membuat sejumlah warga mulai mempertimbangkan kembali tujuan perjalanan ke luar negeri. Jika sebelumnya Malaysia menjadi pilihan karena biaya yang lebih terjangkau dibanding Singapura, kini selisih harga semakin tipis, bahkan cenderung lebih mahal.(*)

 

UPDATE