
batampos – Kuota tiket kapal roro untuk angkutan mudik Lebaran 2026 dari Batam resmi dibuka mulai 10 Maret – 30 Maret 2026. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur laut diimbau segera memesan tiket lebih awal agar tidak kehabisan.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Batam, Reno Yulianto, mengatakan seluruh jadwal dan kuota penyeberangan sudah dirilis melalui aplikasi dan situs Ferizy.
“Kuota untuk angkutan Lebaran sudah dibuka mulai tanggal 10 Maret sampai dengan 30 Maret 2026. Untuk rute dari Batam ke Mengkapan maupun Batam ke Kuala Tungkal sudah terjadwal dan sudah dirilis di Ferizy,” ujarnya, Senin (10/3).
Ia menjelaskan, untuk melayani arus mudik tahun ini, ASDP menyiapkan dua kapal pada masing-masing rute utama, yakni Batam–Mengkapan dan Batam–Kuala Tungkal.
Selain itu, total armada yang disiapkan untuk pelayanan angkutan Lebaran mencapai 14 kapal. Seluruh kapal tersebut telah menyelesaikan proses docking dan dinyatakan siap beroperasi.
Baca Juga: Tiket Mudik KM Kelud Hampir Penuh, Pelni Tambah Kuota 200 Penumpang
“Untuk kesiapan armada, total ada 14 kapal yang disiapkan untuk melayani angkutan Lebaran tahun ini,” kata Reno.
Untuk rute Batam–Mengkapan, dua kapal disiapkan secara reguler dengan pola operasi bergantian. Sementara rute Batam–Kuala Tungkal juga dilayani dua kapal sehingga penyeberangan direncanakan tersedia setiap hari dari kedua pelabuhan.
“Kapal dari sana jalan, dari Batam juga jalan, sehingga diharapkan ada jadwal penyeberangan setiap hari,” jelasnya.
Reno menyebut, tingginya minat masyarakat untuk menyeberang selama musim mudik membuat kuota tiket di beberapa jadwal cepat terisi. Hal ini juga dipengaruhi keterbatasan kapasitas kapal yang rata-rata hanya mampu mengangkut sekitar 200 penumpang.
Untuk rute Batam–Mengkapan misalnya, satu kapal memiliki kapasitas sekitar 33 kendaraan dan 180 penumpang.
“Permintaan masyarakat memang meningkat saat musim mudik, sementara armada yang beroperasi hanya dua kapal di rute tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Citilink Tambah Penerbangan dari Batam, Harga Tiket Turun hingga 21 Persen
Tren peningkatan penumpang tidak hanya terjadi pada kendaraan, tetapi juga penumpang pejalan kaki.
“Untuk pejalan kaki juga mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa,” tambah Reno.
ASDP memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada H-3 sebelum Hari Raya. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+3 setelah Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya juga menyiapkan sistem buffer zone atau area penampungan kendaraan sebelum masuk ke dermaga.
“Untuk penyeberangan jarak jauh kami siapkan buffer zone sebagai tempat penampungan kendaraan. Nanti ketika kapal sudah siap beroperasi, kendaraan yang ada di buffer zone akan ditarik masuk ke pelabuhan,” jelasnya.
Selain itu, operasional pelabuhan juga berpotensi diberlakukan hingga 24 jam jika terjadi lonjakan penumpang di lapangan.
“Kita lihat kondisi di lapangan. Jika terjadi penumpukan, operasional bisa dilakukan hingga 24 jam,” katanya.
ASDP mengimbau masyarakat yang akan mudik melalui jalur laut agar rutin mengecek jadwal keberangkatan melalui Ferizy serta melakukan pemesanan tiket jauh hari sebelum keberangkatan.
Selain itu, pengguna jasa juga diminta mengisi identitas sesuai dengan KTP dan nomor kendaraan saat memesan tiket untuk mempermudah proses check-in di pelabuhan.
“Kami imbau masyarakat memesan tiket lebih awal dan memastikan data identitas serta nomor kendaraan diisi dengan benar saat melakukan pemesanan,” tutup Reno.(*)



