
batampos- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam menambah kapasitas angkut penumpang kapal KM Kelud pada angkutan mudik Lebaran 2026. Penambahan kuota ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat yang hendak pulang kampung melalui jalur laut.
Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan kapasitas normal KM Kelud sesuai sertifikat keselamatan adalah 2.607 penumpang. Namun selama periode angkutan Lebaran tahun ini, kapasitas tersebut ditingkatkan melalui dispensasi dari Kementerian Perhubungan.
“Pada angkutan mudik Lebaran 2026, KM Kelud sebelumnya bisa mengangkut hingga 3.457 penumpang. Update terakhir, kami mendapatkan tambahan kuota lagi sebanyak 200 penumpang, sehingga totalnya menjadi 3.657 penumpang,” ujarnya, kemarin.
Ia menjelaskan penambahan kapasitas tersebut berlaku untuk seluruh jadwal keberangkatan selama periode mudik. Kebijakan ini juga disertai pembaruan sertifikat keselamatan kapal sesuai dispensasi dari Kementerian Perhubungan.
“Pemberlakuannya sampai dengan 30 April 2026,” tambah Edwin.
Dari sisi penjualan tiket, Edwin menyebut tingkat keterisian penumpang pada sejumlah jadwal keberangkatan sudah cukup tinggi. Untuk keberangkatan tanggal 11, 14, 15, dan 16 Maret misalnya, tingkat keterisian sudah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen.
Sementara untuk keberangkatan tanggal 19 dan 21 Maret, tiket yang terjual berkisar antara 75 hingga 80 persen dari kapasitas yang tersedia.
“Untuk saat ini belum ada yang benar-benar penuh. Tingkat tertinggi masih sekitar 95 persen,” jelasnya.
Edwin menambahkan sistem penjualan tiket dilakukan secara bertahap atau buka-tutup. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi praktik penjualan tidak resmi yang dapat merugikan calon penumpang.
“Kadang ketika dicek di aplikasi terlihat sudah habis, padahal belum tentu benar-benar habis terjual. Penjualannya memang kami buka secara bertahap, sehingga nanti bisa dibuka kembali,” katanya.
Menurutnya, tiket kapal Pelni dapat dibeli melalui berbagai kanal resmi, baik secara daring maupun langsung di loket kantor cabang Pelni. Pelayanan loket tetap disediakan untuk masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem pembelian tiket digital.
“Bagi masyarakat yang kurang familiar dengan pembelian online, kami tetap fasilitasi melalui loket di kantor cabang,” ujarnya.
Selain itu, Edwin juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan penjualan tiket kapal yang marak terjadi di media sosial.
Ia menegaskan akun resmi Pelni di media sosial hanya digunakan untuk memberikan informasi produk dan layanan, bukan untuk transaksi penjualan tiket.
“Kalau ada yang menawarkan tiket melalui Facebook, TikTok, atau WhatsApp, itu sudah dipastikan penipuan. Akun resmi Pelni tidak digunakan untuk transaksi penjualan tiket,” tegasnya.
Pelni mengimbau masyarakat membeli tiket hanya melalui kanal resmi agar terhindar dari praktik penipuan selama musim mudik Lebaran.(*)



