
batampos – Badan Sar Nasional (Basarnas) Kota Batam masih terus melakukan pencarian satu orang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Dumai Line 5 yang hilang, Kamis (9/6). Pencarian korban hilang ini melibatkan tim gabungan dengan menyisiri titik lokasi terbakarnya kapal Dumai Line 5 tersebut.
“Masih. Tim gabungan masih melakukan operasi SAR pencarian korban hilang,” ujar Kepala Basarnas Kota Batam Tengku Riza Iskandar, Minggu (12/6).
Pencarian korban hilang, lanjutnya, sudah memasuki hari ketiga. Satu korban atas nama, Ade Saputra hingga saat ini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. “Sejauh ini sudah ada upaya dari agen kapal untuk menarik bangkai kapal tersebut. Ini tentu saja akan membantu pencarian,” ucapnya.
Diketahui, kapal Dumai Line 5 yang terbakar di Perairan Tanjung Riau Sekupang, Kota Batam pada Koordinat 1°7’13.26″N 103°55’36.03″E. Ada sembilan orang ABK di kapal penumpang itu, tujuh orang selamat, satu meninggal dan satu hilang.
Riza menjelaskan, kronologis kebakaran Dumai Line 5 dan Kapal Dumai Express 11 terjadi saat sedang berlabuh di Perairan Tanjung Riau pukul 21.45 WIB. Saat itu terjadi ledakan yang berasal dari ruang bagasi pintu tengah. Api kemudian merembet ke ruang mesin dan tanki penyimpanan BBM, ABK Kapal Dumai Express 11 kemudian mengevakuasi korban RS untuk mendapatkan penanganan Medis.
Sementara itu, kondisi anak buah kapal (ABK) Dumai Line 5 yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam kini dikabarkan mulai membaik. Empat dari delapan korban telah menjalani operasi. “Alhamdullillah iya. Kondisi kawan-kawan sudah mulai membaik. Mereka sudah sadar, hanya saja masih terbaring,” ujar Humas Pelayaran Dumai Expres Grup, Asmadi.
Selain keempat pasien, kata dia, tiga korban lainnya sudah sembuh dan dapat pulang ke rumah. “Mereka tidak separah yang lainnya. Hanya empat yang mendapat tindakan operasi. Sebab, luka bakarnya mencapai 15 persen di tubuhnya,” tambah Asmadi.
Sementara untuk jenazah salah satu ABK Dumai Line 5, kata Asmadi, perusahaan Dumai Grup bertanggungjawab dan telah menerbangkan jenazah korban ke kampung halaman.
“Kita bertanggungjawab atas kejadian ini. Semua ABK yang menjadi korban dalam peristiwa kita akomodir. Biaya perobatan, untuk korban meninggal kita urus sampai ke pemakaman,” ucap Asmadi. Ia meminta pada pihak keluarga korban agar tidak panik. Semua biaya kesembuhan korban diakomodir perusahaan pelayaran Dumai Grup.(*)
Reporter : Rengga Yuliandra



