Selasa, 27 Januari 2026

Tim Hotman Paris 911 Tiba di Batam, Siap Kawal Kasus Kematian Dwi Putri Hingga Tuntas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tim kuasa hukum Hotman Paris 911 tiba di Kota Batam untuk mendampingi penyidikan dan memastikan keadilan bagi keluarga korban. Kedatangan tim didampingi Melia Sari, kakak almarhumah, yang menuntut penyelesaian kasus secara transparan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Upaya penegakan hukum dalam kasus kematian tragis Dwi Putri Aprilian Dini (25) memasuki babak baru. Tim kuasa hukum Hotman Paris 911 tiba di Kota Batam untuk mendampingi penyidikan dan memastikan keadilan bagi keluarga korban. Kedatangan tim didampingi Melia Sari, kakak almarhumah, yang menuntut penyelesaian kasus secara transparan.

Rombongan tim hukum tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (6/12) sekitar pukul 12.00 WIB. Putri Maya Rumanti, perwakilan Hotman Paris 911, menyatakan bahwa mereka telah menerima kuasa resmi dari keluarga untuk mendampingi perkara dari tahap penyidikan hingga persidangan.

“Tujuan kami ke sini adalah memastikan keluarga sudah memberikan kuasa penuh kepada kami, kemudian kami akan mempelajari kembali bukti-bukti yang ada dan menentukan apa yang masih perlu ditambahkan,” ujar Putri Maya.

Baca Juga: Polisi Masih Fokus Sidik Kasus Pembunuhan Dwi Putri, Dugaan TPPO Didalami

Tim hukum berencana menyambangi Polsek Batuampar untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penyidikan, kelengkapan alat bukti, serta akses terhadap barang-barang milik korban yang hingga kini belum sepenuhnya diketahui oleh keluarga. Selain itu, mereka juga akan menemui kekasih korban yang disebut sebagai pihak terakhir mengetahui aktivitas Dwi Putri sebelum meninggal.

Menurut Putri Maya, keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan terkait keberadaan korban di Batam dan hubungannya dengan pihak tertentu. “Sehari-harinya, pacar korban seharusnya mengetahui keberadaan dan kegiatannya. Ini yang ingin kami gali lebih dalam,” katanya. Tim menekankan bahwa informasi tersebut penting untuk membuka simpul kronologi yang belum terang.

Melia Sari menyatakan bahwa keluarga masih terpukul atas kepergian Dwi Putri. Ia menegaskan bahwa adiknya bukan seorang LC seperti yang sempat beredar di publik, melainkan hanya mencari pekerjaan tambahan untuk mengumpulkan biaya pulang ke kampung halaman. “Komunikasi terakhir dengan ibu hanya mengenai rencana mencari ongkos pulang, tanpa ada tanda bahwa dirinya dalam ancaman,” ungkap Melia dengan suara bergetar.

Kedatangan Tim Hotman Paris 911 juga disambut Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. Ia menegaskan bahwa kepolisian membuka diri terhadap pendampingan hukum selama dilakukan dalam koridor yang berlaku.

“Kita fokus menyelesaikan kasus ini. Kapolda memberikan atensi penuh. Ini demi memberi rasa kepastian dan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya. Zahwani memastikan penyidikan tetap berjalan, termasuk pemeriksaan lanjutan terhadap saksi, alat bukti, dan unsur yang dapat mengarah pada pertanggungjawaban hukum.

Dengan pengawasan dari kuasa hukum independen, keluarga dan publik berharap kasus ini tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menemukan kebenaran dari awal hingga akhir. Tim hukum dan pihak kepolisian menyatakan kesiapannya berjalan beriringan untuk menegakkan keadilan bagi almarhumah Dwi Putri Aprilian Dini. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update