
batampos – Tim Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam menembus wilayah Aceh Tamiang, Aceh, dengan perjalanan darat selama enam jam untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Perjalanan tersebut tidak mudah.
Sepanjang lintasan, tim harus berjibaku dengan kemacetan parah akibat jalan berlumpur serta antrean panjang kendaraan pembawa bantuan dan kendaraan umum lintas Sumatra.
Memasuki Aceh Tamiang pada malam hari, suasana kota tampak gelap gulita. Lampu jalan nyaris tak menyala, membuat wilayah itu terlihat seperti kota mati.
Di sejumlah posko pengungsian, para warga bertahan dengan penerangan seadanya, mengandalkan lilin dan lampu genset yang jumlahnya sangat terbatas.
Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, bersama tim berkeliling ke lima titik pengungsian di wilayah Aceh Tamiang untuk mendistribusikan bantuan donasi masyarakat Batam dan Kepulauan Riau yang disalurkan melalui LAZ Batam bekerja sama dengan Batam Pos.
Proses distribusi berlangsung hingga pukul 00.00 WIB di sejumlah lokasi pengungsian.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Tim LAZ Batam menggunakan dua unit kendaraan Toyota Innova untuk membawa bantuan bahan makanan dari Kota Medan menuju Aceh Tamiang.
Namun, proses pengadaan logistik pun menghadapi kendala. Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan mi instan sudah sulit ditemukan di Medan.
“Kami harus berkeliling mencari barang-barang tersebut dengan cara membeli satu per satu,” ujar Syarifuddin.
Selain makanan dan minuman, kebutuhan mendesak lainnya di lokasi pengungsian adalah tandon air untuk menampung air bersih dari mobil tangki yang mulai berdatangan.
Kelambu dan losion antinyamuk juga sangat dibutuhkan guna mencegah penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Air bersih dan perlindungan dari nyamuk sangat kami perlukan saat ini,” ujar salah seorang ketua posko pengungsian kepada Syarifuddin.
Adapun, titik pendistribusian bantuan di Aceh Tamiang meliputI Posko Pengungsian Masjid Muhammadiyah, dengan jumlah pengungsi sekitar 200 orang yang terdiri atas laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Bantuan yang disalurkan berupa 100 paket roti.
Posko Pengungsian Kota Lintang Bawah Ujung, yang menampung sekitar 300 pengungsi. Bantuan yang diberikan meliputi roti, Pop Mie, air mineral, terpal tenda, tikar, biskuit anak, pakaian dalam muslimah (CD dan BH), pakaian dalam laki-laki, pakaian dalam bayi dan anak-anak, serta losion antinyamuk.
Posko Tenda Pengungsian Kota Lintang Bawah Tengah, dengan sekitar 200 warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan berupa roti, tikar, terpal tenda, biskuit, pakaian dalam perempuan (CD dan BH), pakaian dalam laki-laki, air mineral, serta Pop Mie.
Posko Dapur Umum di depan RSUD Aceh Tamiang, yang melayani sekitar 2.000 warga untuk kebutuhan makan harian. Bantuan yang diberikan berupa roti.
Posko Al Azhar di wilayah Paya Bedi, dengan bantuan berupa Pop Mie, air mineral, serta terpal untuk tenda pengungsian.
Selain menyalurkan bantuan ke posko-posko, para relawan LAZ Batam juga mengantarkan bahan makanan langsung ke rumah-rumah warga yang memilih bertahan di kediaman masing-masing di tengah keterbatasan akses dan kondisi pascabencana. (*)



