
batampos – Tim Dosen dan Mahasiswa Universitas Batam (Uniba) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama Bengkel Tanjak Rumahitam, salah satu sentra kerajinan tanjak di Kota Batam. Tim ini diketuai oleh Assoc. Prof. Dr. Ir. Yuanita FD Sidabutar, dan anggotanya Dr. Malahayati Rusli Bintang, serta Raymond.
Ketua tim PKM, Dr. Yuanita FD Sidabutar, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas pemasaran produk tanjak sebagai warisan budaya Melayu.
Selama ini, para pengrajin masih menghadapi berbagai kendala. Diantaranya, penggunaan alat produksi sederhana yang membuat proses pembuatan tanjak lambat dan kualitas produk tidak seragam.
BACA JUGA: BP Batam Gelar Salat Idul Adha di Masjid Tanjak
“Di sisi lain, pemasaran masih mengandalkan metode konvensional, seperti penjualan langsung dan promosi dari mulut ke mulut, sehingga pangsa pasar terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan melakui program PKM, tim Uniba memberikan pelatihan manajemen produksi, pendampingan strategi pemasaran digital, serta penguatan branding produk. Para pengrajin diperkenalkan pada teknologi sederhana yang mampu mempercepat proses produksi dan menjaga konsistensi mutu.
Selain itu, tim juga menyusun modul pemasaran yang mudah dipahami serta membantu pembuatan media promosi untuk mendukung penjualan secara online. Hasilnya, mitra menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengelola produksi maupun pemasaran.
“Evaluasi yang dilakukan melaluipre-test dan post-test memperlihatkan peningkatan pemahamanmitra hingga 40 persen. Para pengrajin kini lebih percaya diri menggunakan media sosial dan e-commerce sebagai saranapromosi, sekaligus memperbaiki kemasan dan membangun identitas merek yang lebih profesional,” katanya
Yuanita menambahkan program ini diharapkan mampu menjadikan tanjak Batam sebagai produk budaya yang memiliki nilai jual tinggi.
“Melalui pendampingan berkelanjutan dan dukungan pemerintah daerah, Bengkel Tanjak Rumahitam dapat berkembang menjadi sentra kerajinan yang tidak hanya melestarikan budaya Melayu, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan industri kreatif.
“Dengan adanya kegiatan PKM ini, diharapkan UMKM di Batam semakin berdaya saingdan mampu menembus pasar nasional maupun internasional,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi



