
batampos – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, meninjau dapur Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di Batuaji, Batam, Senin (22/9).
Fokus kunjungan ini adalah memastikan pengelolaan limbah dapur yang setiap hari memproduksi ribuan paket makan bergizi gratis (MBG).
“Produksi lebih dari 3.000 paket per hari tentu menghasilkan sisa makanan dan limbah yang harus ditangani dengan serius. Program ini berlangsung terus-menerus, jadi tidak boleh ada kelalaian,” tegas Hanif saat berdialog dengan petugas dapur.
Ia menambahkan, selain kualitas makanan, pengelolaan limbah juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat.
“Presiden meminta kita semua mendukung sepenuhnya program makan bergizi gratis ini, termasuk menjaga keberlanjutan lingkungannya,” ujarnya.
Koordinator SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, menjelaskan saat ini baru 49 dari 69 dapur SPPG beroperasi. Setiap dapur mampu memproduksi sekitar 4.000 paket per hari, dengan total 171 ribu penerima manfaat.
Limbah cair diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sedangkan limbah padat dimanfaatkan peternak sebagai pakan ternak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendrik Arulam, menyebut penerima manfaat program MBG di Batam mencapai 210 ribu siswa PAUD, SD, hingga SMP. Namun baru 49 titik dapur yang beroperasi dari target 120–126 titik.
“Masih banyak siswa yang belum menerima. Kita berharap pelaksanaannya segera merata agar manfaatnya bisa dirasakan semua anak didik,” jelasnya.
Dengan kunjungan ini, pemerintah pusat menegaskan keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari kualitas gizi makanan, tetapi juga dari tata kelola limbah.
Hanif menekankan, pemenuhan gizi generasi muda harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



