Kamis, 5 Maret 2026

Tinjau Kesiapan Agkutan Lebaran di Telaga Punggur, Wagub Minta Tambahan Kapal Rute Batam–Kuala Tungkal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat meninjau kesiapan angkutan lebaran di Telaga Punggur, Rabu (4/3/2026). f Yashinta/ batam pos

batampos – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau langsung kesiapan angkutan Lebaran di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Rabu (4/3/2026). Dalam kunjungan itu, ia meminta adanya penambahan armada kapal, khususnya rute Batam–Kuala Tungkal yang kerap mengalami lonjakan penumpang saat musim mudik.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur, mulai dari Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), KSOP, TNI-Polri, hingga operator penyeberangan.

“Hari ini kami simulasi, kami lihat lagi saat kondisi lengang. Justru di saat seperti ini bisa diukur kesiapan ke depan,” ujar Nyanyang.

Ia menegaskan, persiapan sebelum puncak arus mudik menjadi tolok ukur kelancaran layanan saat peak season. Dari hasil pengecekan, secara umum kesiapan personel, pengamanan, hingga fasilitas dinilai cukup baik. Namun, untuk rute Batam–Kuala Tungkal, Nyanyang meminta tambahan armada.

“Kalau bisa ada penambahan dua sampai tiga unit kapal. Karena rute ini long distance, butuh kapal yang lebih cepat dan berkapasitas besar,” katanya.

Menurut dia, pada hari biasa kapasitas kapal masih mencukupi. Tetapi saat Lebaran, lonjakan penumpang sulit dihindari sehingga perlu antisipasi sejak dini. Ia juga meminta agar penambahan armada tidak hanya dari Batam ke Kuala Tungkal, tetapi juga sebaliknya.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan tiket, Nyanyang mengatakan sistem penjualan saat ini sudah berbasis digital dan bisa diakses 24 jam, terutama mulai H-5 Lebaran.

“Sekarang sudah tidak zamannya lagi konvensional. Tiket bisa dibeli secara online melalui kanal resmi dan perbankan. Jadi sebelum datang ke pelabuhan, tiket sudah di tangan,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak membeli tiket dari pihak tidak resmi untuk menghindari penipuan. Pemerintah bersama operator akan memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak terulang.

Sementara, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Reno Yulianto, mengatakan pihaknya akan mengoperasikan Pelabuhan Telaga Punggur–Tanjung Uban selama 24 jam mulai H-5 hingga H+5 Lebaran.

“Kalau masih ada penumpang yang akan menyeberang, kami tetap layani sampai antrean terurai,” ujarnya.

Untuk rute Batam–Kuala Tungkal, saat ini tersedia dua kapal aktif dan satu kapal bantuan, yakni KMP Senangin yang menggantikan KMP Sembilan yang tengah docking. Secara keseluruhan, terdapat 14 kapal yang disiapkan untuk melayani angkutan Lebaran.

“Kapal yang sebelumnya docking ditargetkan sudah kembali beroperasi paling lambat H-7 atau sekitar 10 Maret,” sebutnya.

Terkait jadwal, ASDP tengah menyusun skema tambahan crossing untuk rute jarak jauh. Salah satu opsi adalah pengaturan keberangkatan bergantian dari masing-masing pelabuhan serta kemungkinan lintasan tambahan.

Reno menjelaskan, penjualan tiket dibatasi sesuai kapasitas masing-masing kapal berdasarkan sertifikasi keselamatan. Jika tiket pada jadwal tertentu habis, berarti kuota sudah terpenuhi.

“Pengguna jasa bisa memilih jadwal berikutnya. Mulai 10 Maret, penjualan tiket sudah dibuka hingga H+7 Lebaran,” katanya.

Untuk prediksi lonjakan, ASDP masih mengacu pada data historis angkutan Lebaran dan Natal-Tahun Baru sebelumnya. Evaluasi internal terus dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap optimal.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar tanpa penumpukan penumpang seperti yang sempat terjadi pada periode sebelumnya.(*)

ReporterYashinta

SALAM RAMADAN