Rabu, 14 Januari 2026

TNI AU Awasi Ketat Selat Malaka, Operasi Patroli Udara “Eye In The Sky”

spot_img

Berita Terkait

spot_img
TNI AU melaksanakan operasi patroli udara bersama “Eye In The Sky” di wilayah strategis Kepri hingga Selat Malaka.

batampos – TNI Angkatan Undara kembali melaksanakan operasi patroli udara bersama “Eye In The Sky” di wilayah strategis Kepri hingga Selat Malaka, Rabu (11/6). Operasi ini merupakan bagian dari kerja sama antar negara dalam rangka menjaga keamanan serta stabilitas jalur pelayaran internasional yang padat di kawasan tersebut.

Patroli udara ini melibatkan pesawat intai maritim CN-235 milik TNI AU yang terbang melintasi wilayah udara Selat Malaka guna memantau aktivitas kapal-kapal yang melintas. Operasi difokuskan pada deteksi dini potensi ancaman seperti perompakan, penyelundupan, dan pelanggaran hukum laut internasional.

Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI AU dalam mendukung kerja sama trilateral di kawasan perairan vital tersebut.

“Operasi Eye In The Sky adalah bentuk sinergi antarnegara sahabat untuk memperkuat sistem pengawasan maritim dan meningkatkan kepercayaan antarnegara dalam menjaga kawasan Selat Malaka tetap aman,” ujar Letkol Hendro di Batam.

Selama operasi berlangsung, TNI AU juga menjalin komunikasi dan koordinasi langsung dengan angkatan udara negara tetangga yang turut serta dalam misi. Data hasil pemantauan udara akan dianalisis secara kolektif untuk menindaklanjuti aktivitas mencurigakan yang terdeteksi.

Operasi Eye In The Sky telah dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya kolektif negara-negara kawasan dalam merespons tantangan keamanan lintas batas di laut. Selat Malaka sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dengan lebih dari 200 kapal melintasinya setiap hari.

Dengan keterlibatan aktif dalam patroli ini, TNI AU menunjukkan peran strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional serta memperkuat stabilitas kawasan Asia Tenggara.

“Keamanan kawasan ini menjadi kepentingan bersama. Kami siap mendukung penuh kerja sama lintas negara demi menciptakan laut yang aman dan terbebas dari ancaman transnasional,” tegas Letkol Hendro. (*)

Reporter: Yashinta

Update