Sabtu, 24 Januari 2026

Tokoh Advokat Batam Abdul Kadir Tutup Usia, Peradi Kehilangan Sosok Panutan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tokoh advokat senior Batam, Abdul Kadir, semasa hidup dikenal sebagai figur tegas dan mengayomi di lingkungan Peradi Batam.
Almahum Abdul Kadir (paling kanan) didampingi istrinya foto bersama rekan advokat Ade TriniAde Trini Hartaty dan suami saat menghadiri acara di Batam. F. Istimewa

batampos – Kabar duka menyelimuti dunia advokat di Kota Batam. Abdul Kadir, tokoh senior advokat yang dikenal luas di lingkungan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), meninggal dunia akibat sakit jantung pada usia 60 tahun, Selasa (20/1) sekitar pukul 16.20 WIB, di Rumah Sakit Awal Bros Batam, Baloi.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat dan komunitas advokat di Batam. Selama hidupnya, Abdul Kadir dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, mengayomi, serta menjadi tempat bertukar pikiran bagi banyak advokat muda.

Wakil Ketua Peradi Batam, Ade Trini Hartaty, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya almarhum.

Baca Juga: PN Batam, Polresta dan Kejari Samakan Persepsi Penerapan KUHAP Baru

“Kami sangat berduka. Almarhum adalah rekan terbaik, sosok yang tegas namun merangkul. Kami benar-benar merasa kehilangan,” ujarnya.

Menurut Ade, Abdul Kadir merupakan figur sentral di organisasi advokat. Di balik ketegasannya, almarhum dikenal supel, pandai bergaul, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

“Banyak yang menjadikan beliau tempat curhat. Almarhum panutan kami,” katanya.

Semasa hidupnya, Abdul Kadir tercatat pernah menjabat dua periode di Peradi dan juga berkiprah di organisasi advokat lainnya. Bahkan, ia dikenal sebagai ketua pertama pada salah satu asosiasi advokat di Batam, sehingga kiprahnya di dunia hukum tak diragukan lagi.

Dijelaskan Ade, kepemimpinan Abdul Kadir dikenal kuat dan mengayomi. Meski tak lagi menjabat, almarhum tetap menjadi rujukan banyak advokat untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.

“Beliau loyal dan tahu bagaimana menghadapi orang lain. Walaupun tidak menjabat ketua, beliau tetap dicari,” katanya.

Dalam dua bulan terakhir, kondisi kesehatan Abdul Kadir dikabarkan menurun dan kerap keluar-masuk rumah sakit. Rekan-rekan sejawat mengaku terkejut saat mendengar kabar wafatnya almarhum.

Baca Juga: Batam Catat Investasi Riil Rp69 Triliun

“Kami sempat hendak menjenguk ke rumah sakit, namun ternyata beliau sudah dipanggil untuk selamanya,” ungkap Ade.

Ketua Peradi Batam, Mustari, turut mengungkapkan duka cita mendalam atas wafatnya sahabat dekatnya tersebut.
“Beliau sahabat baik saya, tempat bertukar pikiran. Jelas kami sangat kehilangan,” ujarnya.

Ia berharap doa dari seluruh pihak agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Mustari.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Kampung Jabi, Batu Besar, Kecamatan Nongsa. Sesuai rencana, almarhum akan dikebumikan Rabu (21/1) siang, setelah salat Zuhur, di Sambau. (*)

ReporterYashinta

Update