
batampos – Pemindahan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) dari depan Puskesmas Tanjung Uma ke depan SMP IT El Yasin, Jalan Duyung, Kecamatan Lubuk Baja, menuai penolakan dari warga dan pihak sekolah.
TPS yang kini berada persis di tepi jalan depan gerbang sekolah itu menimbulkan bau menyengat hingga ke ruang kelas, sehingga mengganggu proses belajar mengajar.
“Yang kami khawatirkan ini menimbulkan penyakit bagi anak-anak. Baunya sangat mengganggu, apalagi sekarang sedang marak influenza,” ujar Rasyid, guru SMP IT El Yasin, Senin (17/11).
Rasyid juga mengungkapkan bahwa gangguan bau sampah berpotensi mencoreng persiapan sekolah menyambut tamu dari Malaysia pada Februari mendatang dalam rangka milad sekolah.
“Bau menyengat ini sangat mengganggu. Masa tamu luar negeri disambut bau sampah?” ucapnya.
Pantauan di lokasi, jarak TPS hanya beberapa meter dari pagar sekolah. Tumpukan sampah menggunung dan meluber hingga ke bahu jalan. Lalu-lalang truk sampah serta pembuangan liar membuat lingkungan semakin kotor.
“Kalau hujan dan angin datang, baunya tembus sampai ke belakang sekolah,” tambah Rasyid.
Fahreza, warga yang anaknya bersekolah di SMP IT El Yasin, menilai lokasi TPS sangat tidak tepat.
“Baunya menyengat dan kami khawatir menimbulkan penyakit. Tidak seharusnya TPS dipindah ke depan sekolah,” ujarnya.
Warga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kecamatan Lubuk Baja segera mencari lokasi alternatif yang tidak berdampak pada sekolah dan permukiman.
Menanggapi protes warga, Camat Lubuk Baja, La Naja mengatakan pihaknya telah menyiapkan lokasi baru untuk TPS. Penempatan di depan SMP IT El Yasin disebut hanya bersifat sementara.
“TPS nanti akan kita letakkan di samping Jitu Air, Pasar Induk Lama Jodoh. Semua sampah dari Lubuk Baja akan diarahkan ke sana sebelum ke TPA,” kata La Naja, Selasa (18/11).
Menurutnya, pemindahan ke lokasi baru akan dilakukan pada Desember. “Sampah dari perumahan tetap kita angkut seperti biasa, lalu langsung ke TPS yang baru,” jelasnya.
Warga berharap pemindahan TPS benar-benar direalisasikan agar lingkungan sekolah kembali nyaman dan aman untuk aktivitas belajar. (*)
Reporter: M. Sya’ban



