
batampos.co.id – Lokasi pemakaman umum Seitemiang khususnya untuk umat Muslim yang dikelola oleh Yayasan Khairul Umma Madani terisi 19 ribuan makam. Separuh dari makam-makam ini adalah makam tua yang usianya diatas 10 tahun. Makam-makam tua ini rencananya akan ditata ulang sebab lahan pemakaman yang tersedia semakin sempit.
Ahli waris dihimbau untuk segera melapor dan melengkapi data makam yang ada di sana agar memudahkan pihak pengelola memetakan mana makam yang sudah tak diurus lagi dan yang masih diperhatikan oleh ahli waris.
Pendataan ulang ini juga untuk mempermudahkan pengelola menimpah lokasi makam yang memang sudah tak diurus lagi. Penimpahan ini adalah rencana cadangan jika memang tak ada lagi solusi lain terkait persoalan krisis lahan yang sudah lama terjadi di TPU Seitemiang.
“Kebanyakan makam yang usianya 20 tahun ke atas sudah rusak dan tak terurus. Itu yang mau kita tertibkan biar ahli waris perhatikan makam-makam tua itu. Untuk rencana penimpahan itu memang ada, cuman tidak serta merta ditimpa begitu saja. Kita harus melalui upaya pemberitahuan dan himbauan. Itu (penimpahan) pun jika sudah tak ada solusi lain lagi,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Umma Zailani.
Dijelaskan Zailani jikapun rencana penimpahan ini terjadi hanya untuk keluarga dari pemilik makam yang akan ditimpa. Itu artinya makam tua ini akan diisi lagi oleh anggota keluarganya sendiri. “Jadi tidak asal ditimpa. Misalkan kalau ada makam seseorang yang mau ditimpa, ya yang dimakamkan diatas makam yang sama harus anggota keluarganya juga dengan persetujuan ahli waris makam tadi,” jelas Zailani.
Untuk rencana penimpahan begitu saja belum bisa dilakukan karena pertimbangan kemanusiaan dan lain sebagainya. Solusi yang sedang ditempuh oleh pengelola untuk mengatasi masalah krisis lahan ini adalah mengajukan lokasi pemakaman baru ke Pemko Batam. Lahan pemakaman Covid-19 yang belum banyak terisi jadi harapan pengelola pemakaman di sana. (*)
REPORTER : EUSEBIUS SARA



