Kamis, 15 Januari 2026

Tragedi MT Federal II, A2K3 Desak Audit Keselamatan Galangan Kapal Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi. A2K3 Kepri desak audit keselamatan galangan kapal di Batam. F. Eusebius Sara/Batam Pos. 

batampos – Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait tragedi ledakan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Ledakan yang terjadi Rabu (15/10) dini hari itu menewaskan 11 pekerja dan melukai 20 orang lainnya.

Ketua A2K3 Kepri, Sutrisno, melalui Sekretaris Riswanto, menyebut peristiwa tersebut sebagai kecelakaan kerja katastropik yang menunjukkan potensi kegagalan sistem keselamatan kerja di industri berisiko tinggi seperti galangan kapal.

“Keselamatan kerja tidak bisa ditawar. Ia harus menjadi prioritas utama, terutama di industri berisiko tinggi seperti galangan kapal,” ujarnya, Minggu (19/10).

Dalam tujuh poin pernyataan sikapnya, A2K3 menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem K3 di seluruh kawasan industri Batam agar tragedi serupa tak kembali terjadi.

Selain itu, A2K3 mendesak agar proses investigasi dilakukan objektif dan transparan oleh pihak berwenang, serta melibatkan Dewan K3 Provinsi Kepri.

“Hasil investigasi harus dijadikan dasar perbaikan sistem, bukan sekadar formalitas. Kami tidak ingin tragedi seperti ini terus berulang karena lemahnya pengawasan,” tegas Riswanto.

Penasehat A2K3 Kepri, Balas Tarigan, menambahkan bahwa pekerja berhak menolak pekerjaan yang tidak aman, sementara negara wajib memberikan perlindungan hukum bagi praktisi K3 agar dapat bekerja profesional tanpa tekanan.

Dari sisi pekerja, Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam, Suprapto, menyoroti lemahnya pengawasan K3 yang menjadi akar persoalan berulangnya kecelakaan di kawasan industri Batam.

“Kejadian di PT ASL ini bukan yang pertama. Dulu juga ada korban jiwa, sekarang terjadi lagi. Jika penyelidikan mandek, kami siap turun ke jalan menuntut keadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin memastikan penyelidikan masih berlangsung. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari karyawan, pengawas, hingga subkontraktor.

“Tim Labfor Polri juga disiapkan untuk olah TKP setelah area dinyatakan aman,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pemerintah akan menggelar audit menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja di seluruh galangan kapal Batam.

Tragedi MT Federal II menjadi insiden kedua di PT ASL Shipyard dalam lima bulan terakhir. Desakan publik kini makin kuat agar pengawasan K3 diperketat dan budaya keselamatan benar-benar diterapkan di lingkungan kerja berisiko tinggi.

“Kami tidak ingin nyawa pekerja hanya jadi angka statistik setiap kali kecelakaan terjadi,” tutup Suprapto. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Update