Sabtu, 10 Januari 2026

Tragedi Simpang Frangky: Keluarga Hutapea dan Brandon Capai Kesepakatan Damai

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Simpang Frangky, Batam Center, pada Selasa (19/8), diselesaikan secara damai. Kesepakatan perdamaian tercapai antara keluarga korban, Sondang Boru Hutapea, dan keluarga pengendara mobil Nissan GT-R BP 77 KV, Brandon Yeoh.

Sondang, seorang karyawan PT JMS sekaligus ibu satu anak, meninggal dunia setelah motor Yamaha Mio merah BP 5747 yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan mobil yang dikemudikan Brandon. Meski perdamaian telah tercapai, proses penyidikan terhadap Brandon masih berlangsung di Polresta Barelang.

BACA JUGA: LAM Kepri Kota Batam Satukan Ormas dan Paguyuban, Kompak Jaga Batam Tetap Aman dan Damai

Suami korban, Herry Sihaloho, menyampaikan bahwa kesepakatan damai dibuat atas dasar keikhlasan kedua belah pihak.“Tidak ada unsur paksaan dalam perdamaian ini. Kami berharap masalah ini cukup diselesaikan sampai di sini, tidak perlu berlanjut ke perdata atau pidana. Kami sudah saling menerima dan memaafkan,” ujarnya, Jumat (5/9).

Herry menuturkan, usai peristiwa nahas itu, keluarga Brandon langsung menemui keluarga korban di RS Bhayangkara Batam untuk menyampaikan belasungkawa.“Sekitar pukul 14.00 WIB hari itu juga, keluarga Brandon datang menemui kami di rumah sakit. Mereka menyampaikan rasa duka mendalam, dan kami menerimanya dengan lapang dada,” jelas Herry.

Pertemuan pertama itu menjadi awal komunikasi yang baik antara kedua keluarga. Setelah jenazah Sondang dimakamkan di kampung halaman, mereka kembali bertemu di Batam. Pertemuan berlangsung secara kekeluargaan hingga akhirnya sepakat berdamai.

“Pertemuan kedua lebih banyak bicara dari hati ke hati. Kami saling terbuka dan akhirnya sepakat menyelesaikan semuanya secara damai,” kata Herry.

Adik korban, Adi Putra Hutapea, menegaskan keluarga besar Hutapea telah ikhlas menerima musibah tersebut. “Kami sepakat berdamai dengan keluarga Brandon. Pihak keluarga sudah menerima dan ikhlas,” ucapnya.

Hal senada disampaikan ibu korban, Martha Boru Napitupulu. Meski berat, ia menerima kejadian itu sebagai takdir. “Sebagai orang beriman, kami harus ikhlas. Ini sudah kehendak Tuhan. Kami berdamai dengan keluarga Brandon, dan berharap semua selesai sampai di sini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. (*)

Reporter: Rengga

Update