Kamis, 12 Maret 2026

Tragis! Pemuda Tewas Ditusuk di Kosan, Pisau Tertancap di Kepala

Motif Diduga karena Masalah Asmara

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seorang pemuda ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa, Selasa (10/3) siang. F. Istimewa

batampos – Seorang pemuda ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kos di kawasan Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa, Selasa (10/3) siang. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sebilah pisau tertancap di bagian kepala.

Peristiwa tersebut sontak menggegerkan penghuni kos dan warga sekitar. Dari informasi yang dihimpun di lokasi, korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria yang merupakan temannya sendiri.

Keduanya diketahui sama-sama berasal dari kawasan Batu Besar. Dugaan sementara, aksi penyerangan tersebut dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan hubungan asmara.

Baca Juga: Imigrasi Batam Waspadai Modus Calon PMI Ilegal Berkedok Wisata

Insiden bermula ketika salah seorang penghuni kos yang bekerja di hanggar bandara sedang membereskan barang-barangnya karena hendak pindah tempat tinggal. Saat itu, terduga pelaku yang diketahui bernama Muhammad Yusuf turut membantu membereskan barang di kamar tersebut.

Sementara korban sedang tertidur di atas kasur di dalam kamar. Secara tiba-tiba pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam secara berulang kali.

Serangan tersebut sempat dilerai penghuni kos yang berada di lokasi. Namun kejadian berlangsung cepat sehingga korban akhirnya terkapar bersimbah darah.

Setelah kejadian, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Tidak lama kemudian ia menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Rahmad Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk dilakukan visum,” ujarnya.

Baca Juga: Pelayanan Publik di Pemko Batam Tetap Jalan Saat Libur Lebaran

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Untuk motif masih kami dalami,” katanya.

Polisi juga menelusuri dugaan adanya hubungan pribadi antara pelaku dan korban yang kemungkinan menjadi pemicu terjadinya peristiwa tersebut. (*)

ReporterYashinta

SALAM RAMADAN