
batampos – Pemerintah Kota Batam menunjukkan komitmennya dalam pemerataan layanan pendidikan bagi pelajar di wilayah hinterland. Mulai Januari 2026, empat unit bus sekolah baru siap membantu mobilitas siswa yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh melintasi Jembatan Barelang untuk menuju sekolah.
Empat bus berwarna kuning-oranye dengan desain cerah tersebut kini telah tiba dan terparkir di halaman Dinas Perhubungan Kota Batam. Tampilan eksterior yang dihiasi ilustrasi Jembatan Barelang dan gambar anak sekolah mencerminkan harapan besar terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di pulau-pulau penyangga Batam.
Kepala UPT Trans Batam, Bambang Cipto, menjelaskan bahwa penambahan armada ini merupakan bagian dari upaya Pemko Batam untuk mengurangi hambatan pelajar dalam mengakses fasilitas pendidikan.
Baca Juga: Deadline 23 Desember, Kemen Haji dan Umrah Imbau Jemaah Batam Segera Lunasi BPIH
“Transportasi menjadi tantangan utama bagi siswa yang tinggal di Rempang–Galang dan kawasan Barelang. Karena itu, bus sekolah ini kita sediakan gratis agar mereka bisa belajar dengan nyaman tanpa memikirkan biaya perjalanan,” ujar Cipto, Senin (8/12).
Sebanyak 11 bus sekolah dimiliki Pemko Batam saat ini, namun sebagian sudah perlu peremajaan. Pada tahun anggaran ini, empat unit baru dibeli melalui APBD dan akan menggantikan armada lama yang sebelumnya mengangkut pelajar hinterland.
Bus baru tersebut dilengkapi GPS yang dapat dipantau langsung, empat kamera CCTV, serta kipas angin kabin untuk menjaga kenyamanan siswa selama perjalanan panjang.
Rute operasional dimulai pukul 05.30 WIB dari Bundaran Tembesi menuju sekolah-sekolah di Jembatan 4, Sijantung, hingga titik nol Barelang. Layanan pulang tersedia hingga pukul 16.00 WIB.
Baca Juga: Standar Infrastruktur IKN Jadi Rujukan Baru Pengembangan Batam
“Semua pelajar di Wilayah Rempang–Galang dapat menggunakan layanan ini tanpa biaya dan tanpa kartu khusus,” tegas Cipto.
Kehadiran armada baru ini diharapkan menjadi solusi pemerataan pendidikan di Batam, terutama bagi siswa yang tinggal di wilayah yang jauh dari pusat kota. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



