
batampos – Kondisi trotoar di kawasan Mukakuning, Sei Beduk, semakin memprihatinkan. Jalur pejalan kaki yang menghubungkan Simpang Panbil Mall hingga Rusunawa Mukakuning itu kini jauh dari kata nyaman.
Pantauan Batam Pos, atap trotoar tampak bolong di banyak titik. Lantainya berlubang, paving blok copot, sementara sejumlah tiang penyangga hilang dan yang tersisa terlihat keropos berkarat. Tanaman liar pun tumbuh tak terkendali, menambah kesan tak terurus pada jalur yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki.
“Sudah bertahun-tahun rusak dan tidak nyaman lagi dilalui,” keluh Rita, warga Rusunawa Mukakuning yang ditemui saat melintas, Selasa (9/12).
Rita menyebut trotoar ini adalah akses utama warga sekitar, terutama para pekerja kawasan industri. Dahulu, jalur tersebut bahkan kerap digunakan warga untuk berjalan santai di pagi dan sore hari. Namun kini, kondisi yang rusak membuat banyak orang beralih menggunakan motor.
“Sekarang lebih milih naik motor. Karena atapnya bolong, tetap saja kepanasan dan basah saat hujan,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan dagangan di sepanjang trotoar ikut menambah sesak ruang gerak. Tak jarang pula pengendara motor ikut memanfaatkan trotoar sebagai tempat berteduh saat hujan.
“Fungsinya sudah berubah, jadi tempat jualan. Apalagi kalau hujan, motor juga ikut berteduh,” katanya.
Sementara itu, Edri, warga lainnya menduga kerusakan parah ini dipicu aksi pencurian material trotoar. Menurutnya, besi dan atap trotoar sering menjadi sasaran pelaku.
“Pasti dicuri. Lama-lama trotoar ini tinggal lantainya saja,” ujarnya.
Hingga kini, warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki jalur vital tersebut, agar bisa kembali menjadi ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki di kawasan Mukakuning. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



