Senin, 19 Januari 2026

Truk Tanah Terbalik di Turunan Tiban, Lalu Lintas Seiladi–Southlink Lumpuh

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Truk tanah terbalik di turunan Tiban Batam menutup sebagian badan jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Truk pengangkut tanah bernomor polisi BP 8365 DU terbalik saat melintasi turunan Tiban Kampung dari arah Sungai Ladi, Sabtu (17/1) sore, mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh dan kemacetan panjang. F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kecelakaan tunggal melibatkan truk pengangkut tanah kembali terjadi di Kota Batam. Sebuah truk roda 10 bernomor polisi BP 8365 DU terbalik saat melintasi turunan Tiban Kampung dari arah Sungai Ladi, Sabtu (17/1) sore, mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh dan kemacetan panjang di jalur utama Seiladi–Southlink.

Truk bermuatan material tanah tersebut terguling ke arah badan jalan dan menumpahkan muatannya, sehingga hampir separuh ruas jalan tertutup. Insiden ini terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja dan langsung memicu antrean kendaraan mengular dari kedua arah.

Hingga pukul 17.00 WIB, truk belum berhasil dievakuasi dari lokasi. Padatnya arus lalu lintas pada jam sibuk membuat proses pengangkatan kendaraan terkendala, sementara material tanah masih berserakan di badan jalan.

Baca Juga: CKG Ungkap Penyakit yang Tak Disadari, 20 Warga Batam Dirujuk

Petugas kepolisian lalu lintas tampak berjaga di lokasi untuk mengatur arus kendaraan agar tetap bergerak. Meski jalan tidak tertutup sepenuhnya, kemacetan panjang tak terhindarkan dan berlangsung hingga menjelang malam.

Sudin, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, mengatakan truk melaju cukup kencang saat menuruni jalan.
“Dari atas kelihatan agak laju, tiba-tiba terbalik. Kemungkinan ada masalah di sistem pengereman,” ujarnya.

Beruntung, sopir truk dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Namun, kecelakaan tersebut berdampak luas terhadap mobilitas warga, dengan antrean kendaraan mengular dari arah Seiladi hingga turunan Tiban.

Baca Juga: ASDP Batam Tegaskan Ferizy Sudah Batasi Kuota Tiket per Jam

Insiden ini kembali memicu keluhan masyarakat terkait maraknya aktivitas truk proyek pengangkut material tanah di sejumlah ruas jalan utama Kota Batam. Warga menilai truk-truk tersebut kerap melintas tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan lain.

Irma, salah seorang pengguna jalan, berharap pemerintah segera melakukan penertiban.
“Dari Baloi sampai Sekupang ramai truk tanah bolak-balik. Banyak yang kebut-kebutan, jalan jadi kotor dan berdebu. Ini berbahaya,” katanya. Ia mengusulkan pengaturan jalur khusus atau pembatasan jam operasional truk proyek.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti minimnya kepatuhan terhadap standar keselamatan, seperti penggunaan terpal penutup muatan yang dinilai penting untuk mencegah material berceceran dan mengurangi risiko kecelakaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, belum memberikan tanggapan terkait insiden maupun keluhan warga tersebut. (*)

Update