Minggu, 8 Maret 2026

Tugboat ASL Terbalik: 3 ABK Tewas, 2 Selamat, Disnaker Pastikan Penanganan Korban dan Santunan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Yudi Suprapto bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau langsung turun ke lokasi kejadian, Minggu (8/3), untuk melihat kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Peristiwa tenggelamnya kapal tunda (tugboat) di perairan depan galangan PT ASL Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, menyisakan duka. Dari lima awak kapal yang berada di dalamnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil ditemukan selamat.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau langsung turun ke lokasi kejadian, Minggu (8/3), untuk melihat kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan penanganan kejadian berjalan dengan baik serta memperoleh informasi langsung dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Terjebak Tiga Hari di Kapal Terbalik, ABK Tugboat ASL Mega Ditemukan Selamat

“Pagi tadi kami dari Disnaker Kota Batam bersama Disnaker Provinsi turun langsung ke lokasi kejadian di ASL untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait,” ujarnya, Minggu (8/3).

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lokasi, kecelakaan terjadi saat kapal tugboat tersebut sedang melakukan kegiatan shifting atau pemindahan posisi kapal dari satu titik sandar ke titik lainnya di area galangan.

Dalam proses tersebut, kapal diduga tiba-tiba kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik dalam waktu yang sangat cepat.

“Informasi sementara, kapal sedang melakukan shifting atau pemindahan posisi kapal. Dalam proses tersebut kapal tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terbalik dengan sangat cepat,” jelasnya.

Saat kejadian, kondisi cuaca di sekitar lokasi juga dilaporkan kurang bersahabat. Hujan disertai angin yang cukup kencang serta arus laut yang cukup kuat diduga turut memengaruhi situasi saat proses pemindahan kapal berlangsung.

Akibat peristiwa tersebut, tiga orang awak kapal dilaporkan meninggal dunia karena diduga terjebak di dalam badan kapal saat kejadian berlangsung. Sementara dua orang lainnya berhasil ditemukan selamat. Salah satu korban sebelumnya sempat dinyatakan dalam pencarian sebelum akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim Basarnas.

Saat ini, korban yang selamat telah mendapatkan penanganan medis, salah satunya dirawat di RS Mutiara Aini Batuaji. Yudi menambahkan, berdasarkan data yang diperoleh dari pihak perusahaan dan tim di lapangan, seluruh awak kapal yang berada di tugboat tersebut telah terdata sehingga tidak ada lagi kemungkinan korban lain dalam peristiwa tersebut.

“Dari data yang kami terima, seluruh awak kapal sudah teridentifikasi, sehingga tidak ada lagi kemungkinan korban lain,” ujarnya.

Yudi juga memastikan pihak perusahaan penyedia awak kapal, PT Pradana Samudera Lines, telah menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Perusahaan berkomitmen memberikan santunan serta memenuhi hak-hak keluarga korban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Perusahaan telah menyampaikan komitmennya untuk memberikan santunan serta pemenuhan hak-hak kepada keluarga korban sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yudi.

Meski demikian, proses evakuasi kapal tugboat tetap dilakukan guna memastikan kondisi kapal serta melanjutkan penanganan di lokasi kejadian.

Disnaker Kota Batam, lanjut Yudi, akan terus memantau perkembangan penanganan kejadian tersebut serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Ia juga mengimbau semua pihak untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dari instansi yang berwenang terkait penyebab pasti musibah tersebut.

“Saat ini proses penanganan masih berlangsung dan kita menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwenang,” tutupnya. (*)

SALAM RAMADAN